Pjs Walikota Humiang: ASN Bitung Wajib Gunakan LPG Bright Gas 5,5 Kilogram

0
140
Pjs Walikota bersama Sales Branch Manager PT Pertamina Sulut Parrama Ramadhan Amyjaya

Bitung, Sulutreview.com – Kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bitung, Sulawesi Utara. Agar saat ini, dapat menggunakan bahan bakar Gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) Bright Gas dengan dengan berat 5,5 kilogram.

Sebagaimana disampaikan Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Bitung Drs Edison Humiang MS.i bahwa untuk saat ini khusus ASN apalagi pejabat wajib untuk menggunakan LPG 5,5 kilogram.

 “Untuk penggunaan LPG melon 3 kilogram hanya dikhususkan warga berpenghasilan menengah kebawah saja atau kurang mampu. Bukan untuk ASN,” ujar mantan Asisten 1 Pemkot Bitung disela-sela membuka pencanangan penggunaan LPG nonsubsidi Bright Gas ASN di Kota Bitung, yang dilaksanakan di Aula PT Tujuh Bintang Bitung, Selasa (20/10/2020).

Humiang mengatakan bahwa LPG merupakan sumber daya alam terbatas yang perlu digunakan secara tepat. Karena itu, ditegaskan, pengalihan penggunaan LPG 3 kg ke bright gas 5,5 kg ASN dipandang sangat tepat. Karena LPG subsidi 5 kilogram diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Humiang juga menegaskan bahwa harga LPG resmi ada di pihak pangkalan dan bukan di tingkat pengecer. Karena kata dia, pengecer tidak berada di bawah pengawasan Pertamina.

“Untuk itu, kami berharap agar Pertamina mampu bertindak tegas bila menemukan pangkalan yang melakukan penyimpangan. Seperti menaikkan harga eceran. Yang kemudian menjual kepada pengecer dalam jumlah yang banyak,” pintanya, yang saat itu didampingi Sales Branch Manager Pertamina Manado, Parrama Ramadhan Amyjaya.

Sementara itu, Parama mengatakan, pengalihan penggunaan LPG 3 kilogram ke Bright Gas 5,5 kilogram bagi ASN dapat dilakukan dengan cara menukarkan dua buah tabung 3 kg dengan satu tabung Bright Gas 5,5 kilogram.

Parama sangat mengapresiasi pemerintah Kota Bitung yang intens melakukan komunikasi dengan Pertamina.

“Apresiasi kepada pemerintah Kota Bitung. Karena kebijakan mewajibkan ASN beralih menggunakan LPG 3 kg atau melon ke LPG bright gas LPG 5,5 kg pertama di Indonesia. Dan Kota Bitung daerah yang pertama kali menerapkan kebijakan ini kepada ASN,” ungkapnya.

Selain itu kata Rama, pihak Pertamina sudah merencanakan pembangunan Pertashop atau Pertamini di Pulau Lembeh.
“Rencananya pembangunanya akan ada di dua titik lokasi yakni, di Kelurahan Paudean, KecamatanLembeh Selatan dan di Kelurahan Nusu, Kecamatan Lembeh Utara,” jelasnya.(zet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here