Lit Nyong Nyatakan Banding Atas Perkara Ganti Rugi 9.2 Miliar Ke PT MNS

0
274

Michael Jacobus SH MH CLA (kuasa hukum Lit Nyong)

Bitung, Sulutreview.com
Kasus gugatan ganti rugi yang dilayangkan oleh Lit Nyong kepada pihak PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) yang sampai bermuara di Pengadilan Tinggi (PN) Kota Bitung yang endingnya ditolak Hakim pada persidangan akhir, ternyata akan bermuara sampai ke Pengadilan Tinggi Negeri Sulawesi Utara (Sulut).

Pasalnya Lit Nyong yang merupakan mantan karyawan PT Multi Nabati Sulawesi (MNS) Kota Bitung Wilmar Group yaitu Lit Nyong menyatakan masih merasa belum puas atas hasil putusan hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Bitung yang menolak gugatan yang diajukan ke perusahaan minyak goreng ternama di Sulut tersebut.

Seperti diketahui, Lit Nyong menggugat tuntutan pemulihan nama baik dan ganti rugi sebesar Rp 9,2 miliar kepada PT MNS, namun tanggal 07 Sepetember 2020 lalu, Ketua Majelis Hakim Nova Salmon SH dengan masing-masing Hakim Anggota Fausiah SH dan Herman Siregar SH MH menyatakan menolak gugatan fitnah karena dalil gugatan tidak terbukti.

Kuasa Hukumnya, Michael Remizaldy Jacobus SH MH, dengan tegas menyatakan kalau perkara ditingkat pertama sudah putus, tapi kliennya keberatan dengan putusan hakim.

“Sehingga kami sudah menyatakan banding pada hari Jumat (11/09/2020) dan segera mengajukan memori banding,” kata Michael kepada sejumlah Wartawan.

Prinsipnya, kata dia, pertimbangan hakim bertentangan dengan fakta bahkan mengabaikan banyak fakta persidangan, sehingga beralasan hukum untuk diajukan banding.

“Makanya kami ajukan banding karena ada beberapa fakta diabaikan oleh hakim dan ini sangat merugikan klien kami,” katanya.

Adapun kasus Lit Nyong ini bermula saat pihak PT MNS menuduh penggelembungan pengukuran CPO dan ternyata setelah PT MNS sebagai pelapor mengajukan laporan ke Polsek Maesa, ternyata tidak cukup bukti.

Merasa difitnah, Lit Nyong menuntut pencemaran nama baik dan mengajukan gugatan dengan nomor Perkara: 35/Pdt.G/2019/PN. Bit.

Sementara itu salah satu Kuasa Hukum PT MNS Febry Hariadi SH mengatakan bahwa upaya Banding adalah hak dari Penggugat untuk melakukan upaya hukum banding.

“Selama perkara ini belum mempunyai kekuatan hukum tetap, yah Penggugat bisa banding,” singkatnya via WhatsAPP miliknya.(zet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here