21 Adegan, Terungkap Pada Rekonstruksi Pembunuhan Sari Kelapa Bitung. Ini Kronologisnya

0
3888

Rekonstruksi peristiwa pembunuhan di Sari Kelapa Bitung

Bitung, Sulutreview.com
Kasus pembunuhan yang terjadi pada Sabtu 20 Juni tahun 2020 lalu, di wilayah Sari Kelapa Kelurahan Bitung Timur Kecamatan Maesa Kota Bitung, kembali diulas oleh Polsek Maesa Kota Bitung pada Sabtu (04/07/2020) melalui, rekonstruksi (gambaran kembali peristiwa terjadinya pembunuhan).

Diketahui pada peristiwa pembunuhan tersebut, seorang warga yang berprofesi buruh bangunan, bernama Persma Dame (40) meninggal dunia. Korban meninggal usai di tikam oleh tiga pemuda yaitu MM alias Eping (20), AD alias Fandy (29) dan DS alias Pedox (19).

Terpantau pada aksi Rekonstruksi ini, tidak dilaksanakan di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Sari Kelapa. Melainkan hanya dilaksanakan di halaman Polsek Maesa pada Sabtu (04/07/2020) dengan penjagaan ketat, dipimpin langsung Kapolsek Kompol Elia Maramis SH dan jajaran kepolisian Polsek.

Terungkap di Rekonstruksi dalam aksi pembunuhan yang menewaskan Persma Dame (40) ada 21 adegan.

Singkat cerita, dimana aksi pembunuhan ini, terjadi yaitu pada adegan ke-13. Dimana, saat korban Persma Dame dan tersangka MM alias Eping saat berhadapan Eping yang memegang pisau badik menggertak korban dan dengan posisi berlari berbalik tersangka membacok tangan kiri korban dan korbanpun terjatuh.

Melihat korban terjatuh pada adegan ke-14 juga terungkap bahwa, 1 tersangka lagi yaitu yaitu DS alias Pedox juga sempat menikam korban, di bagian perut sebelah kanan dibawah pusar

Tak hanya itu saja, pada adegan ke-18 tersangka satunya lagi yaitu MM alias Eping membacok korban di bagian kepala korban sehingga mengakibatkan luka robek di bagian kepala belakang.

Dan yang meneggangkan dari 21 adegan pembunuhan tersebut, nanti pada adegan ke-17. Membuat korban jatuh terjungkal dengan tikaman pisau badik yang lumayan panjang, dengan posisi berlari dari belakang yang dilakukan oleh AD alias Fandy, menembus dada kiri korban membuat korban terjatuh, berlumuran darah di jalan paving. Seketika Persma Dame, langsung meninggal dunia.

Melihat Persma Dame sudah terjatuh kemudian Fandy dan Eping langsung lari meninggalkan TKP dan menuju Polsek Maesa untuk menyerahkan diri dan barang bukti.

Kapolsek Maesa Kompol Elia Maramis mengatakan bahwa pemicu dari peristiwa pembunuhan ini adalah karena minuman keras (Miras) karena antara korban dan tersangka sudah dipengaruhi Miras.

Kapolsek Maesa Kota Bitung Kompol Elia Maramis SH

Dimana awalnya korban ini datang kepada saksi Paulus Tamudia, untuk minta uang panjar atas pengerjaan buruh bangunan borongan. Kemudian mereka berdua meneguk miras, berapa lama kemudian korban pulang karena menurut Paulus bahwa istri korban sudah menelpon. Saat korban pulang cari ojek, korban berteriak memanggil ojek sambil melambaikan tangan kemudian dua tersangka keluar kejalan bertemu dengan korban dan disitulah terjadi adu mulut kemudian terjadilah peristiwa pembunuhan ini. “Apalagi ketiga tersangka tersebut juga sudah meneguk miras,” kata Kapolsek.

“Memang rekonstruksi tidak dilakukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengingat akan masalah keamanan. Sehingga kami memindahkan, di halaman Polsek Maesa,” ujarnya.

Untuk itu dengan adanya kejadian ini, pihaknya akan meningkatkan Patroli Malam, untuk mencegah akan terjadinya hal-hal yang memicu kejadian kriminalitas.

Usai rekonstruksi pembunuhan ini, pihaknya akan merampungkan berkasnya, untuk diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Bitung.

Terpantau memang, kendati rekonstruksi dilaksanakan di halaman Polsek Maesa bukan di TKP, namun ada puluhan warga yang menonton Rekonstruksi tersebut namun blokade ketat dilakukan aparat kepolisian sehingga proses rekonstruksi berjalan aman dan lancar.

Kanit Reskrim Polsek Maesa Ipda Darus Tuegeh menunjukan pisau badik yang dipakai salah satu tersangka

Secara terpisah Kanit Reskrim Polsek Maesa Ipda Tuegeh Darus mengatakan terimah kasihnya kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan Rekonstruksi ini. “Selain pelaku rekonstruksi ini juga kami hadirkan sejumlah saksi-saksi yang telah berjalan aman dan lancar,” kuncinya.(zet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here