Manado, SULUTREVIEW
Tren kasus Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) mengalami peningkatan signifikan dalam dua hari terakhir ini.
Hal ini disebabkan oleh ketidaksiplinan warga, yang mengabaikan imbauan maupun protokol kesehatan.
Menyikapi penyebaran Covid-19 yang semakin masif, Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dr Steaven Dandel MPH, mengkhawatirkan bahwa tren kenaikan akan terus bertambah, menjelang Idul Fitri.
“Dalam beberapa waktu lagi saudara-saudara kita yang beragama Muslim akan merayakan Hari Raya, dan dengan tren kasus yang terus meningkat tajam, maka kami perlu memberikan pemahaman bagi masyarakat agar tidak mudik,” katanya dalam press conference, Sabtu (16/05/2020).
“Di tengah-tengah persiapan kita untuk berhari raya, kita harus betul-betul waspada. Yakni dengan tetap mengutamakan keselamatan dan mengutamakan kesehatan kita,” ujarnya kembali.
Paparan virus Sarcov-2 ini, tambah Dandel sangat berbahaya, terutama kepada orang-orang yang memiliki penyakit penyerta.
“Kalau terpapar pada masyarakat ataupun keluarga kita yang memiliki penyakit penyerta maka bisa menyebabkan fatalitas. Dan tentunya hal ini tidak diinginkan kita semua. Ketika rekan-rekan, saudara-saudara kita yang lagi mempersiapkan hari raya kemudian harus mengalami masalah dari segi kesehatan,” tandasnya.
Oleh karenanya Dandel terus mengimbau masyarakat semua tetap memperhatikan, tetap waspada, tetap mengindahkan semua protokol yang sudah disampaikan. Di samping itu, tentunya dalam mempersiapkan perayaan Idul Fitri, tidak dibarengi dengan acara mudik.
Untuk diketahui, penambahan jumlah positif Covid-19, dilaporkan ada 5 orang tenaga medis yang terpapar virus. Yakni, kasus 106 adalah laki-laki 46 tahun asal Manado, kasus 107 laki-laki umur 49 tahun asal Manado, kasus 108 laki-laki 30 tahun asal Manado, kasus 109 laki-laki 42 tahun asal Manado, kasus 110 laki-laki 24 tahun asal Manado.
Kelima kasus ini, yakni dari kasus 106 sampai 110 merupakan tenaga medis yang bertugas di fasilitas kesehatan di faskes (fasilitas kesehatan) B Kota Manado.
Untuk kasus 111 juga laki-laki 35 tahun asal Minahasa Utara. Kemudian kasus 112 adalah laki-laki umur 28 tahun asal Manado yang merupakan kontak erat dari pasien nomor 46 atau bagian klaster Pinasungkulan, kasus 113 laki-laki umur 28 tahun asal Minahasa Utara, tidak ada riwayat perjalanan dari manapun. Dan kasus 114 laki-laki umur 30 tahun asal Manado juga tidak ada riwayat perjalanan.(hil)













