Gairahkan Ekonomi Pasar Tradisional, Gubernur Olly dan BI Luncurkan Bersehati Online

Manado, SULUTREVIEW

Dampak ekonomi yang diakibatkan pandemi Covid-19, membuat aktivitas pasar tradisional menjadi lesu.

Melihat kondisi ini, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey bersama Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Arbonas Hubarat, memberikan solusi melalui penjualan via online.

Metode yang praktis ini dipastikan akan memudahkan masyarakat ketika berbelanja semua kebutuhan dapur tanpa harus keluar rumah dan keluar biaya angkot. Karena masyarakat konsumen cukup menunggu di rumah, maka pesanan akan siap diantar.

Bersehati Online, program anyar yang digagas Pemprov Sulut dan BI ini menjadi solusi di tengah pandemi. Apalagi selama masa social distancing diberlakukan, daya beli masyarakat sempat turun drastis.

Karenanya guna menggairahkan ekonomi pasar tradisional, kali ini baru menyasar pasar Bersehati, Pemprov Sulut dan BI menggandeng ojek online.

“Melalui Bersehati Online para pedagang yang tidak gaptek (paham teknologi) dapat menawarkan semua kebutuhan masyarakat akan komoditi pertanian yang dijual di pasar. Tidak perlu repot-repot, cukup menunggu di rumah pesanan langsung dapat diantar,” ungkap Olly.

Untuk tahap pertama, khususnya pasar Bersehati akan melibatkan 15 pedagang. Dan pada pekan depan akan terus ditambah jumlahnya hingga mencapai 100 pedagang.

“Programbini akan terus dikembangkan. Dan minggu depan sudah ada 100 pedagang yang bisa melakukan penjualan secara online,” tukasnya sembari menambahkan agar jajaran perbankan, pejabat maupun seluruh ASN agar dapat memanfaatkan fasilitas ini.

“Tujuannya agar pedagang kecil dan petani dapat diberdayakan. Karena mereka sangat terdampak dengan kondisi pandemi saat ini,” sebut Olly.

Untuk lebih praktis, Pemprov akan berupaya untuk mencetak kode-kode khusus yang memudahkan para pembeli. “Kita akan upayakan untuk menyediakan brosur sehingga manfaatnya akan lebih mudah,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan BI, Arbonas Hutabarat menyampaikan sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya inisiatif ini sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

“Terutama kepada Gubernur Sulawesi Utara beserta jajarannya, seluruh anggota High Level TPID Sulawesi Utara, Forum Pedagang Bersehati, dan perusahaan penyedia layanan transportasi online.

Bersama TPID Sulawesi Utara, sambung Arbonas dapat mengantisipasi turunnya pendapatan pedagang pasar tradisional dan petani komoditas bahan pokok melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Program Bersehati Online merupakan hasil kerja sama yang baik antara TPID Provinsi Sulawesi Utara dan penyedia layanan transportasi online,” kata Arbonas sambil menambahkan ke depan, inisiatif ini dapat diduplikasi di pasar-pasar tradisional lain di Sulawesi Utara.(hil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *