Meningkat Drastis, Total PDP Covid-19 di Sulut Mencapai 61 Orang

0
2588
Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel MPH

Manado, SULUTREVIEW

Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel MPH mengungkap jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 mengalami peningkatan drastis.

Kalau sehari sebelumnya, yakni Kamis (16/04/2020) tercatat ada 48 orang, meningkat menjadi 61 orang pada Jumat (17/04/2020).

“Berdasarkan surveilans epidemiologi Covid-19, total pengawasan penyakit mengalami peningkatan drastis, untuk ODP (Orang Dalam Pemantauan) ada 269 orang, PDP totalnya 61 orang,” ungkap Dandel dalam konferensi pers yang digelar via video conference (vicon).

Ke-61 orang tersebut, katanya, kini dirawat di berbagai rumah sakit dengan rincian, RSUP Kandou ada 24 orang, RS Bhayangkara 7 orang,
RSUD Anugerah Tomohon 9 orang, RSU Mongisidi Teling 2 orang, Sam Ratulangi Tondano 3 orang, Liunkendage tidak ada, Popundayan Kotamobagu 5 orang, Walanda Maramis 2 orang dan Bolmong 2 orang, Siloam Paal 2 ada 1 orang, Pancaran Kasih 4 orang, Datuk Binangkang 1 orang dan Noongan 1 orang.

“Untuk PDP yang meninggal kembali bertambah, dalam 2 hari ada 4 orang, yakni dari Manado, Tondano, Sangihe dan Minahasa,” ujarnya.

Untuk jumlah PDP yang positif, beber Dandel masih tetap di angka 18 orang.

“Belum ada penambahan, yang sembuh ada 5 orang dan meninggal ada 2 orang. Pasien yang dalam perawatan ada 11 orang. Yakni 7 orang dirawat di Kandou dan 4 orang di RSUD Wolter Mongisidi,” jelasnya.

Menariknya, terkait pemeriksaan laboratorium, sampai saat ini totalnya telah mencapai 2,944 orang dengan rapid test.

“Hasilnya 64 orang reaktif. Dan hari ini dari 149 yang kita periksa terdapat 7 orang yang reaktif. Selanjutnya untuk pemeriksaan swab kepada 7 orang belum ada hasilnya. Jadi total swab yang kita lakukan sudah mencapai 224, dan yang terkonfirmasi positif ada 18 orang,” ujarnya.

Sementara itu, terkait puncak Covid-19, Dandel menyebutkan itu tergantung dari seberapa intens pengendalian yang dilakukan.

“Kami masih terus melakukan analisa peta penyebaran penyakit. Sebab berdasarkan penelitian ilmuwan, tergantung pada seberapa intens kegiatan pencegahan dan pengendalian yang dilakukan. Berikut hasil pemeriksaan laboratorium juga menentukan,” ujarnya sembari menambahkan bahwa berdasar kurva epidemiologi di Indonesia terdapat 200-an kasus yang bertambah, tetapi pada hari ini bertambah 400-an kasus.

“Kurva epidemiologi ini terus kita pantau. Kalau puncak Covid-19 diprediksikan pada bulan April ini, tetatapi semua itu tergantung pada potensi penyebarannya,” ujarnya.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here