Putus Mata Rantai Covid-19, Arus Perbatasan Provinsi Sulut Dijaga Ketat

0
407

Manado, SULUTREVIEW

Perhatian dan komitmen Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey untuk memutus mata rantai Coronavirus Disease (Covid-19) sudah sangat serius.

Pasalnya, virus yang mengancam kesehatan tersebut, mengalami penyebaran yang masif. Untuk itu, meskipun tidak menempuh langkah lockdown, namun ada kebijakan untuk mengawal ketat wilayah perbatasan. Antara lain yang memisahkan dengan Provinsi Gorontalo.

“Belum ada keputusan untuk melakukan lockdown. Namun untuk memutus mata rantai penyebaran virus, kita melakukan penjagaan di perbatasan provinsi. Tujuannya untuk membatasi keluar masuknya orang,” katanya Selasa (31/03/2020).

Gubernur sendiri dengan upaya ini, tidak bermaksud untuk mengganggu jalur atau arus distribusi logistik.

“Arus distribusi logistik tetap menjadi prioritas. Namun untuk keluar masuk orang hanya berlaku pada pukul 06.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita. Dengan demikian pada pukul 18.00 hingga 06.00 tidak diperkenankan untuk melintas,” tegasnya.

Di jalur perbatasan provinsi, lanjut gubernur telah disiapkan orang-orang yang kompeten. Mulai dari petugas kesehatan hingga aparat keamanan.

“Di tengah-tengah persoalan virus yang sangat menguatirkan dan hasil kesepakatam antara gubernur, maka batas wilayah akan ditugaskan petugas kesehatan maupun keamanan. Jadi kalau ada orang yang akan masuk Sulut dan diketahui positif, maka harus kembali ke daerahnya. Begitu juga sebaliknya kalau ada orang Sulut yang akan masuk ke wilayah provinsi lain dan dinyatakan positif, maka harus kembali lagi,” jelasnya sembari berharap Covid-19 cepat berlalu sehingga aktivitas warga kembali normal. “Mari kita berdoa bersama sehingga virus ini dapat ditangani,” ujarnya.

Diketahui, dalam video conference tersebut, Olly juga membahas berbagai upaya dalam penanganan Covid-19. Antara lain berkaitan dengan masyarakat yang terdampak.

“Kami selesai video conference dengan walikota dan bupati dari 15 kabupaten/kota. Dan bersama seluruh forkopimda, kami mendapatkan suatu kesepakatan, bahwa dalam rangka penanganan Covid-19 agar supaya tidak meluas ke mana-mana makanya kami lakukan pembatasan perjalanan,” tandasnya.

Di sisi lain, langkah untuk menutup akses bandara dan pelabuhan, Olly menyebutkan masih dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.

“Sedang kita koordinasikan dengan pemerintah pusat, untuk melakukan batasan laut dan udara,” tukasnya.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here