Polda Sulut Keluarkan SP3, Tanah Padang Pasir Bitung Resmi Sah Milik Fien Sompotan

0
1864

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules A Abast

Sulutreview.com
Setelah melalui proses pemeriksaan yang begitu panjang, alot dan ketat. Akhirnya pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) menghentikan penyelidikan atas kasus dugaan tindak pidana menyuruh menempatkan keterangan palsu kedalam akta otentik (akta hibah) atau pemalsuan surat dengan mengeluarkan surat ketetapan nomor S Tap/03/III/2020/Ditresktrimum tentang penghentian penyidikan atas terlapor Fien Sompotan.

 

Atas surat ketetapan tersebut pihak Polda Sulut memutuskan 1. Menghentikan penyidikan atas laporan/pengaduan pelapor Bertje Wuisan atas terlapor Fien Sompotan alias Fien. Dikeluarkannya surat penghentian penyidikan yang dikeluarkan di Manado pada 10 maret 2020 tertanda Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut selaku penyidik Kombes Pol Trisulastoto Prasetyo Utomo (SIK).

 

Selain itu juga Polda Sulut telah mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) no SPPP.Sidik/72/III/2020/Dit.Reskrimum karena tidak cukup bukti.

 

Menyikapi akan dikeluarkannya SP3 dari Polda Sulut ini,  membuat Srikandi asal Kota Bitung Fien Sompotan akhirnya resmi dibebaskan atas tuduhan membuat surat dokumen palsu soal tanah padang pasir di Kota Bitung yang akhirnya tidak cukup bukti.

Inilah tanah padang pasir milik Fien Sompotan

Kapolda Sulut Irjend Pol Royke Lumowa MM melalui Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast saat dikonfirmasi akan kasus dari Srikandi Kota Bitung Fien Sompotan kepada wartawan Sulutreview Selasa (24/03/2020) kemarin di kantor Polda Sulut dirinya membenarkan bahwa kasus keterangan palsu kedalam akta otentik (akta hibah) atau pemalsuan surat dalam proses gelar perkara khusus di Rowassdik Bareskrim Polri hari Rabi 12 Februari 2020 dimana penyidik agar memberikan kepastian hukum dengan menghentikan penyidikan sehingga perlu mengeluarkan SP3.

 

“Intinya dalam kasus Ibu Fien Sompotan tidak cukup bukti dengan itu proses penyidikannya tidak kita lanjutkan. Sehingga kami mengeluarkan surat penetepan dan SP3 tersebut,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Fien Sompotan

Secara terpisah Srikandi asal Kota Cakalang Bitung Fien Sompotan saat diwawancarai sejumlah wartawan membenarkan bahwa soal kasusnya yang dilaporkan bahwa dokumen surat-surat tanah palsu itu tidak terbukti. “Bagi saya kebenaran tidak bisa dikalahkan oleh kebohongan sebab bahwa historis tanah padang pasir adalah resmi milik sah dari Fien Sompotan. Saya berterimah kasih kepada Bapak Kapolda Sulut dalam hal ini Bapak Irjend Pol Royke Lumowa MM dan seluruh penyidiknya sehingga akhirnya dalam perkenanan Tuhan bisa membuahkan hasil dengan dikeluarkan SP3. Memang Tuhan maha adil,” kata Fien dengan nada bersyukur.

Dirinya mengatakan bahwa dengan adanya SP3 dari Polda Sulut dengan ini tanah Padang Pasir adalah sah miliknya yang tidak bisa diganggu gugat karena dirinya memiliki surat tanah yang lengkap yang diakui keabsahanya.

 

Diketahui pada medio Desember 2019 lalu, tanah Padang Pasir dengan luas wilayah sekira 3.7 hektar diwilayah Kelurahan Pateten Kota Bitung ‘digoyang’ dengan laporan dari Bertje Wuisan CS bahwa surat tanah yang dimiliki Fien Sompotan diduga tidak sah. Kasus ini pun sempat dilaporkan di Polda Sulut yang membuat Ibu Fien Sompotan secara tak terduga ditahan Polda Sulut yang membuat dirinya sangat terpukul.

 

Namun akhirnya dalam prosesnya yang sampai di Mabes Polri, akhirnya laporan yang dituduhkan Bertje Wuisan CS kepada Fien Sompotan akhirnya dinyatakan tidak cukup bukti sehingga dirinya dibebaskan lolos dari jeratan hukum selanjutnya dengan dikeluarnya  SP3 pada tanggal 10 Maret 2020 oleh pihak Polda Sulut.(zet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here