Uji Coba Insenerator, Penanganan Sampah Lebih Maksimal

0
114

Manado, SULUTREVIEW

Wali Kota Manado, Dr Ir GS Vicky Lumentut, SH MSi DEA, menegaskan bahwa pengolahan sampah di Kota Manado dilakukan melalui pembakaran insenerator.

Wali Kota Lumentut melakukan peninjauan di lokasi yang menjadi tempat insenerator di wilayah Kota Manado, yakni Kecamatan Wanea, Tingkulu kompleks Rumah Sakit Umum Daerah Kota Manado, Kecamatan Singkil.

Pada kesempatan itu, wali kota melakukan uji coba insenerator. Dan ternyata dapat berjalan dengan baik. Dengan demikian masalah sampah diselesaikan dengan mesin pembakaran.

Mesin insenetaror, adalah proses pengolahan sampah dengan cara dibakar yang sudah ramah lingkungan.

“Ada konsep dual chamber di mana chamber pertama untuk membakar langsung sampah. Kemudian chamber kedua untuk membakar karbon yg memiliki ikutan polutan seperti dioxin, so2 CO serta NO,” jelasnya di Pendopo Kantor Wali Kota, Sabtu (08/02/2020).

Pada chamber kedua ini terurai menjadi CO2 dan air, adapun polutan yang lewat pada chamber kedua ini akan ditangkap oleh uap air pada cerobong yang dilengkapi dengan sprinkle air, dan emisinya dipantau melalui monitor AQMS yg ada di DLH.

Data hasil pemantauan yang dilakukan pada saat uji coba pembakaran masih berada di bawah ambang batas. Di mana negara maju seperti Singapura, Jepang dan Korea Selatan juga menggunakan alat pembakar sampah untuk menyelesaikan masalah sampah.

“Untuk semua camat dengan selesainya ujicoba alat pembakar sampah, maka penyelesaian sampahnya bukan lagi di TPA tapi diselesaikan dengan alat pembakar. Silahkan menyusun rencana kerja masing – masing camat yang semula ke TPA dialihkan ke pembakaran,” ujarnya.(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here