Manado, SULUTREVIEW
Sukses menggelar berbagai event berskala internasional di Sulawesi Utara (Sulut), memunculkan optimisme Gubernur Olly Dondokambey untuk melaksanakan pertemuan G20 pada tahun 2023 mendatang.
Untuk melobi hal tersebut, Olly menyatakan akan berupaya maksimal agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempercayakan kegiatan yang bakal menghadirkan para pemimpin dari 19 negara anggota forum G20.
“Kami sedang melobi, makanya dilakukan rapat koordinasi apa saja yang menjadi kesiapan dari Sulut, untuk selanjutnya disampaikan ke Presiden Joko Widodo,” ungkap Olly kepada wartawan usai menggelar rapat koordinasi di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulut, Rabu (20/11/2019).
Event yang berdampak bagi kelangsungan mega proyek di Sulut, secara langsung akan menguntungkan Sulut. Sebab, dapat dipastikan untuk menyambut peserta forum harus didukung oleh kesiapan infrastruktur dan fasilitas lainnya.
“Menjadi lokasi pelaksanaan G20, maka harus disiapkan infrastruktur penunjangnya. Harus ada hotel baru maupun fasilitas jalan Bandara-Likupang yang sama dengan Jalan Thamrin di Jakarta,” tukasnya.
Pastinya, jika ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan G20, maka Sulut akan semakin dikenal dunia.
“Manfaat dari multiplier effect pasti akan dirasakan masyarakat Sulut. Bukan hanya dari bertambahnya infarstruktur, tetapi Sulut akan semakin dikenal dunia. Secara langsung juga untuk sektor pariwisata akan meningkat dan nilai investasi akan bertambah banyak,” jelas Olly.
Senada disampaikan Kepala Dinas PU Sulut, Charles Kepel bahwa rangkaian kegiatan bertaraf internasional yang dilaksanakan di Sulut sudah dimulai sejak 2009, kala itu melalui World Ocean Conference (WOC).
“Jika kita menjadi tuan rumah G20, maka pembangunan infrastruktur lanjutan akan direalisasikan. Mulai dari jalan tol, penginapan, fasilitas hiburan dan transportasi, darat laut udara yang serba modern. Ini semua akan membawa impact bagi Sulut,” tandasnya.
Bukan itu saja, ketika Sulut dikunjungi negara besar, maka jejak para pemimpin negara akan meninggalkan kesan tersendiri.
“Hotel yang menjadi tempat menginap akan naik pamor, ke depannya pasti akan memberikan nilai tambah,” kata Kepel.
“Intinya semua fasilitas yang diperlukan akan ditingkatkan. Contohnya saja, kalau biasa untuk signal hanya mengandalkan 4G maka nantinya akan menjadi 5G. Dan banyak hal lain yang menguntungkan,” tandasnya.(eda)






