Sitaro, Sulutreview.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (KPw BI Sulut) bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) melaksanakan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Siau pada Kamis (30/7).
Pertemuan ini menjadi wujud sinergi antarinstansi dalam mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah, efisiensi pengelolaan keuangan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di wilayah kepulauan tersebut.
Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, mencatat perkembangan positif Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Sitaro yang berhasil meraih predikat Digital pada Semester II 2025.
“Meskipun tren peningkatan di Sitaro tergolong pesat dibandingkan daerah lain, capaian tersebut masih berada di bawah rata-rata kabupaten/kota se-Sulut. Untuk itu, diperlukan komitmen kepemimpinan dan aksi nyata melalui penguatan kapasitas SDM, optimalisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), penerapan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), hingga penyusunan rencana aksi yang terukur,” jelasnya.
Sesi diskusi turut menyoroti berbagai tantangan empiris di lapangan, seperti tingginya preferensi masyarakat kepulauan terhadap penggunaan uang tunai serta keterbatasan infrastruktur pendukung pembayaran nontunai.
Menjawab persoalan tersebut, Joko menekankan pentingnya penyediaan kanal pembayaran yang memadai dan ramah pengguna, yang diimbangi dengan skema insentif untuk menumbuhkan kebiasaan bertransaksi digital di tengah masyarakat.
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sitaro
Heronimus Makainas menetapkan arah kebijakan yang berfokus pada penguatan strategi ETPD secara terintegrasi,
mencakup aspek proses, luaran, hingga dampak nyata bagi perekonomian warga.
“Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sinergi dengan sektor perbankan untuk mempercepat penetrasi KKPD, seraya memastikan perluasan ETPD dilakukan secara bertahap dengan memperhitungkan kesiapan infrastruktur serta pola perilaku pembayaran masyarakat setempat,” tukasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Makainas mengapresiasi dukungan berkelanjutan BI dalam memacu digitalisasi transaksi di Sitaro.
Ia menyampaikan pentingnya memperkuat kolaborasi tiga pilar utama, Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, dan Bank Pemegang Kas Daerah (RKUD) agar implementasi teknologi finansial di sektor publik dapat berjalan lebih efektif dan luas.(hilda)






