Minut  

Tak Terima Undangan, Demokrat Pertanyakan Keabsahan Paripurna AKD

Ketua Fraksi Demokrat Stendy Rondonuwu

Airmadidi, SULUTREVIEW

Fraksi Demokrat melalui Ketua Stendy Rondonuwu mempertanyakan keabsahan rapat pemilihan dan penetapan komposisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD)  Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang berlangsung Kamis (26/09/2019).

Rondonuwu saat dikonfirmasi mengaku tidak menerima surat undangan sebagaimana mekanisme rapat.

“Bagaimana mekanisme surat menyurat di sekretariat dewan. Kami tidak terima surat resmi, makanya tidak mendistribusikan anggota fraksi untuk komposisi AKD, silahkan dicek kalau ada tanda terima surat dari Demokrat,” ungkap Rondonuwu.

Karenanya, Rondonuwu mempertanyakan keabsahan paripurna pemilihan dan pendistribusian AKD yang tetap berjalan tanpa kehadiran Fraksi Demokrat sebagai fraksi utuh.

“Dengan demikian, kami mempertanyakan hasil paripurna AKD ini, karena kami merupakan fraksi utuh yang juga telah disahkan pada rapat paripurna Rabu (25/09/2019) malam,” tegasnya.

Sementara, Sekretaris Dewan Jossy Kawengian mengaku surat undangan kepada semua fraksi telah diedarkan.

“Surat undangan dibuat resmi dengan tanda tangan basah dan cap dan diedarkan langsung ke seluruh pimpinan fraksi. Selain itu, Setwan juga membagikan foto surat Undangan lewat whatsapp kepada lima fraksi, ” kata Jossy di ruang Sekretariat Dewan Jumat (27/09/2019)

Pernyataan Sekwan turut dibenarkan anggota Fraksi Nasdem Daniel Rumumpe dan Fraksi Klabat Denny Sompie. Keduanya mengaku menerima surat undangan dari Sekretariat dalam bentuk surat fisik dan melalui whatsapp.

“Ada. Kami fraksi Nasdem dan teman-teman fraksi lain menerima surat dari Sekwan,” aku Daniel dibenarkan Sekretaris Fraksi Klabat Denny Sompie.

Terkait ketidakhadiran fraksi Demokrat, Ketua DPK PKPI, Denny Sompie menduga ada skenario menghambat pembahasan APBD-Perubahan yang didalamnya banyak sekali kepentingan rakyat Minut.

“Soalnya batas waktu pembahasan APBD-P tanggal 30 September 2019, Partai Demokrat tidak memasukkan nama personil di AKD karena katanya tidak terima undangan. Apa itu bukan ingin memboikot pembahasan perubahan APBD Perubahan 2019,” kata Densom, sapaan akrabnya.

Pantauan Sulutreview, rapat yang berlangsung hingga pukul 20.30 WITA sempat molor 2 jam karena menunggu kehadiran Fraksi Demokrat. (rey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *