Wajah Baru Museum Negeri Sulut Setelah Empat Dekade, Siap Jadi Ikon Budaya

Manado, Sulutreview.com — Setelah melewati empat dekade atau 40 tahun, nyaris tanpa pembaruan berarti, Museum Negeri Daerah Sulawesi Utara (Sulut), kini memasuki fase baru dengan performa yamg lebih modern dan representatif.

Museum telah dilakukan revitalisasi srcara menyeluruh, dan telah rampung dikerjakan pada akhir 2025.

Ini menjadi tonggak penting dalam upaya menghidupkan kembali fungsi museum sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya di daerah.

Proyek pembenahan ini tak lepas dari dorongan kuat Pemerintah Provinsi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay yang mengalokasikan anggaran lebih dari Rp14 miliar.

Bangunan yang sebelumnya dinilai memprihatinkan kini tampil dengan wajah yang jauh lebih segar dan fungsional.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulut, Jani Lukas, mengatakan bahwa kondisi museum sebelum direnovasi sudah lama menjadi sorotan, termasuk dari pemerintah pusat. Bahkan, sempat muncul rekomendasi agar bangunan tersebut direhabilitasi total atau dipindahkan.

“Kurang lebih selama empat dekade tidak ada renovasi besar. Kondisinya cukup mengkhawatirkan dan beberapa kali mendapat perhatian dari pusat. Namun akhirnya di masa kepemimpinan saat ini, ada langkah konkret dengan kebijakan strategis dan dukungan anggaran yang memadai,” jelasnya.

Kini, setelah pekerjaan fisik rampung, tahap berikutnya difokuskan pada penataan interior dan pengelolaan koleksi. Kepala Dinas Kebudayaan Sulut, Yorry Lesawengan, menyebut bahwa pihaknya tengah merampungkan penyusunan konsep penyajian museum agar lebih informatif dan menarik.

“Kami sedang melakukan kurasi ulang koleksi, mulai dari konservasi hingga pengelompokan tematik. Selain itu, narasi juga disusun dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, agar bisa menjangkau pengunjung lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh proses tersebut ditargetkan selesai pada akhir April 2026. Pemerintah provinsi juga telah mengundang Menteri Kebudayaan untuk menghadiri acara peresmian yang direncanakan berlangsung pada 12 Mei 2026.

Meski sempat menghadapi tantangan, termasuk dampak gempa yang terjadi beberapa waktu lalu, kondisi bangunan museum dipastikan tetap aman. Hasil inspeksi menunjukkan tidak ada kerusakan struktural, hanya perbaikan ringan yang langsung ditangani dalam masa pemeliharaan.

Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya mempercantik tampilan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali peran museum sebagai ruang belajar, pusat informasi sejarah, serta destinasi budaya unggulan di Sulut.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *