PT Membangun Sulut Hebat Belum Hasilkan Profit, Pemprov Talangi Rp5 Miliar

MANADO, SULUTREVIEW

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sangat totalitas mendukung kelangsungan PT Membangun Sulut Hebat (MSH) yang beroperasi sejak tahun 2018 silam.

Tak tanggung-tanggung, untuk menyokong aktivitas dan operasional, Pemprov Sulut pada tahun yang sama telah menggelontorkan dana sebesar Rp5 Miliar.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Pemerintah Kota Bitung yang menitip saham sebesar Rp1 Miliar. Dengan demikian di awal operasional, perusahaan daerah ini mendapatkan modal senilai Rp6 Miliar.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Edwin Silangen mendorong PT MSH dapat menghasilkan profit di tahun 2019.

“Di tahun 2019 ini, hasilkanlah profit. Dan untuk biaya yang tidak perlu, kiranya dapat diminimalisasi seefisien mungkin,” katanya saat membuka kegiatan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2018 dan RUPS Luar Biasa PT MSH di GKIC Manado, Senin (19/8/2019).

Menurut Silangen, PT MSH yang eksis sejak 2018, dipastikan sudah banyak hal yang dialami perusahaan hingga 2019 ini. “Upaya yang luar biasa dari direksi dan komisaris, kiranya dapat membawa perusahaan tetap eksis, walaupun dari sisi keuangan belum menunjukkan profit,” tandasnya.

Ke depan setelah RUPS, Silangen berharap terus meningkatkan kinerja. Dengan demikian akan ada PAD yang disetorkan.

“PT MSH merupakan BUMD pemerintah daerah, karena itu usahakan agar dapat mengelola sumber daya alam yg ada di provinsi. Ini penting karena untuk kesejahteraan masyarakat dan tentunya juga masukan bagi pemda dalam mewujudkan pembangunan daerah,” sebutnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT MSH, Jeferson Lungkang mengatakan ada empat kegiatan usaha prioritas yang sudah ditindaklanjuti, yakni Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dengan calon investor, CRBC, Wilmar Group, Brantwood International dan lainnya.

Selanjutnya property/reklamasi dengan calon Investor, PT Consociate Jakarta Corporindo, PT Sumber Tirta Mulia, Plaza Indonesia Realty Tbk dan lain-lain.

Untuk bidang energi dengan calon investor, PT Australian Combustion Aid Reagents Sinergy Indonesia, PT Gistec Prima Energi, PT Bangun Sulawesi Energi (BSE) dan lain-lain. Berikut tol Manado-Bitung.

“Selain empat bidang usaha tersebut, manajemen juga berupaya menjajaki bidang usaha lainnya seperti jasa-jasa, penyewaan gedung, menjadi distributor untuk mendapatkan tambahan pendapatan perusahaan dan lain-lain,” ujarnya.

Terkait KEK Bitung,  PT MSH ditunjuk sebagai Badan Usaha Pengelola dan Pembangun (BUPP) KEK Bitung sesuai dengan SK Gubernur Nomor 486 Tahun 2017.

“Dari empat core bisnis itu, kita akan kebut untuk realisasinya, yang saat ini sudah sampai posisi 50 investor yang siap masuk. Kita secara internal telah mengatur semua, terutama lahan KEK. Dan persiapan untuk kerja sama ada 3 tenan yang sudah MoU. Di mana lahan KEK ini, kita kerja sama dengan Cina, tinggal visibility study untuk menjalankan kontrak,” jelasnya.

“Melalui RUPS kita  pertanggungajwabkan semua kegiatan kita selang 2018.Kita akan tingkatkan pendapatan dari lahan KEK sehingga ada deviden, kita optimis akan ada laba,” imbuhnya.

RUPS turut dihadiri jajaran direksi dan komisaris serta pemegang saham.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *