Wagub Victor Mailangkay Tantang Lulusan Unsrat Jadi Inovator Tangguh di Era Global

Manado, Sulutreview.com — Lulusan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ditantang mampu beradaptasi di tengah perubahan zaman, berpikir kritis, serta menciptakan peluang di era persaingan global.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus yang diwakili Wakil Gubernur Victor Mailangkay di hadapan lulusan Unsrat dalam agenda upacara wisuda di auditorium Unsrat, pada Senin (20/4/2026).

Ia menekankan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi dinamika yang cepat akibat perkembangan teknologi, persaingan global, dan berbagai persoalan sosial.

“Sebagai generasi muda, lulusan Universitas Sam Ratulangi dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat, berpikir kritis, serta memiliki kreativitas yang tinggi. Karena itu, jangan pernah berhenti belajar, teruslah mengasah kemampuan, memperluas jaringan, dan membuka diri terhadap berbagai peluang,” ujarnya.

Mailangkay juga menyatakan bahwa Pemprov Sulut, fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang disasar melalui sejumlah program. Antara lain, pendidikan, inovasi, dan kemitraan lintas sektor.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Mailangkay menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat sebagai kunci pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kolaborasi adalah kunci untuk membawa Sulawesi Utara menjadi daerah yang maju dan sejahtera,” tambahnya.

Dalam pesannya kepada para wisudawan, ia kembali mengingatkan bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari dampak positif yang diberikan kepada masyarakat.

“Jadilah generasi yang tidak hanya mencari peluang, tetapi juga mampu menciptakan peluang, serta memberi arah, bukan sekadar mengikuti arus,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur mengajak para lulusan untuk memandang masa depan sebagai perjalanan panjang yang penuh tantangan, namun juga peluang.

“Teruslah melangkah dengan optimisme. Karena di balik setiap perjuangan, selalu ada pemandangan indah yang menanti di puncak perjalanan,” pungkasnya.

Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie M.Eng. IPU. ASEAN Eng menyampaikan bahwa wisuda merupakan momentum penting yang menandai berakhirnya pendidikan formal sekaligus awal perjalanan baru yang lebih kompleks.

“Hari ini adalah titik awal memasuki babak baru kehidupan yang penuh tantangan. Ilmu yang saudara peroleh harus diabdikan untuk meningkatkan martabat manusia, memperkuat keadilan sosial, dan membangun peradaban,” katanya.

Ia juga menambahkan tentang pentingnya filosofi Sam Ratulangi, “Si Tou Timou Tumou Tou” yang berarti manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain, sebagai landasan moral bagi para lulusan dalam berkarya.

Rektor mendorong para wisudawan untuk menjadi generasi inovatif yang mampu menjawab kebutuhan zaman serta berani menciptakan peluang di tengah tantangan global.

Upacara wisuda ini menjadi penutup dari proses panjang yang telah dilalui para mahasiswa, mulai dari perkuliahan, praktik, hingga berbagai aktivitas kemahasiswaan yang membentuk karakter dan pengalaman mereka.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *