Manado, SULUTREVIEW
Ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang digelar di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), diikuti 685 siswa berprestasi yang datang dari 34 provinsi di Indonesia.
Ajang bergengsi yang menjadi sarana untuk mencetak siswa terbaik yang akan mewakili Indonesia di kompetisi sains tingkat internasional, diharapkan menjadi peluang bagi tim Sulut yang terdiri dari 26 orang untuk meraih medali.
“Target kita, tim Sulut dapat meraih medali, sehingga Sulut dapat mewakili Indonesia ke tingkat internasional,” ungkap Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat membuka OSN SMA 2019 di Grand Kawanua Convention Center Manado, Senin (1/7/2019).
Pada OSN yang ke-18 ini, kata Olly merupakan kegiatan yang sangat baik. Bahkan menjadi harapan untuk menyiapkan generasi berkualitas ke depan.
“Menjadi tugas kita bersama untuk mempersiapkan generasi penerus di negara tercinta Republik Indonesia,” sebut Olly.
Di sisi lain, Olly memberikan apresiasi kepada peserta yang hadir, terlebih tim Sulut. “Makanya kita terus mendorong anak-anak yang jago sains agar berprestasi. Ke depan diharapkan bukan hanya sekolah tertentu saja yang tetapi dapat mencetak siswa berprestasi. Hal inilah yang akan jadi tantangan,” tukasnya.
Di sisi lain, Olly mengajak peserta OSN untuk tidak terlalu serius belajar. Namun menyempatkan waktu untuk dapat menikmati keindahan alam Sulut. “Jika sudah selesai berkompetisi luangkanlah waktu untuk menikmati keindahan Sulut,” ujar Olly.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Didik Suhardi PhD kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun dapat menghasilkan ilmuwan kelas dunia yang akan membawa Indonesia kepada kesejahteraan.

“Hari ini kalian berkompetisi di bidang sains. Kalian dituntut mengoptimalkan kemampuan untuk membangun karakter yang hebat, sebagai calon pemimpin masa depan,” tandasnya sembari berharap OSN kali ini diharapkan lebih berkualitas.
“Saya berharap pemenang OSN tidak didominasi anak-anak dari Pulau Jawa. Hal ini pastinya butuh kerja keras,” kata Didik.
Didik berharap OSN kali ini akan menjadi peta mutu pendidikan di seluruh tanah air. “Pemerataan pendidikan harus terjadi. Jangan hanya Pulau Jawa dan sekitarnya, tetapi bagaimana sekolah dapat menghasilkan prestasi yang sama,” tambahnya.
Sementara kepada siswa dengan kelebihan atau jago sains diminta untuk tidak meninggalkan sisi humanisme. “Kalian adalah penerus generasi yang akan hidup dengan masyarakat heterogen, karena itu milikilah sisi humanisme,” tandasnya.
Di awal laporan, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut, dr Liesje Grace Punuh Mkes mengatakan OSN diikuti 1,078 siswa yang berlaga di bidang Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Komputer, Ekonomi, Kebumian, Geografi dan Imformatika.
“Kompetensi di bidang sains ini merupakan pembinaan dan pengembangan bakat minat dan prestasi siswa dalam bidang pengetahuan dan teknologi. OSN juga bertujuan membina karakter siswa menjadi pekerja keras memiliki integritas, jujur, tanggung jawab, menghargai prestasi orang lain dan cinta tanah air,” jelas Punuh.
“OSN 2019 bertema ‘Mencintai Sains Mengukir Masa Depan’ dicetuskan karena fakta di lapangan bahwa selama ini pelajaran sains khususnya Matematika dipandang sebagai mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa pada umumnya. Maka perlu dicarikan metode pengajaran yang tepat agar Matematika menjadi mata pelajaran yang menarik dan menyenangkan,” tukasnya.
“Pemangku kepentingan di bidang pendidikan terutama guru dituntut perannya untuk menunjukkan kecintaan siswa pada mata pelajaran Bidang sains,” ujarnya.
Kegiatan yang dilaksanakan hingga tanggal 6 Juli 2019, bakal dilaksanakan di SMA Negeri 1, SMA Katolik Rex Mundi, SMA Kristen Eben Haezer, SMK Negeri 2 Manado, SMA di Tomohon dan SMK Negeri 1.(eda)













