
Manado, SULUTREVIEW
Moment ngabuburit dan buka puasa bersama (bukber) warga Kota Manado, menjadi spesial. Sebab, Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey SE ikut hadir dan berdialog membahas sejumlah topik menarik.
Diantaranya, tentang distribusi kebutuhan sembilan bahan pokok hingga persiapan lebaran yang dipastikan aman. Terutama dalam proses distribusi hingga sampai ke masyarakat.
Menurut Olly, setiap menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan, pedagang kerap memainkan harga yang mengakibatkan kenaikan signifikan.
Karenanya, menghadapi Idul Fitri 1440 Hijriah, Pemerintah Provinsi berupaya mengoptimalkan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Tujuannya agar kenaikan harga di pasaran terkontrol, dan tidak menyebabkan inflasi.

“Stabilitas harga bahan kebutuhan pokok harus dijaga, dengan demikian tidak mengakibatkan inflasi yang akan berdampak pada perekonomian,” ungkap Olly di lokasi Festival Kuliner Ramadhan kawasan Megamas Manado, Sabtu (25/5/2019).
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemprov Sulut, jelas Olly intens meningkatkan koordinasi dengan kabupaten/kota. “Agar target pertumbuhan ekonomi membaik dibutuhkan sinergitas dan dukungan kabupaten/kota melalui empat kebijakan utama (4K) yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif,” sebut Olly.
Selain itu Olly juga menjelaskan tentang ketersediaan angkutan lebaran terpadu, di mana Pemprov lewat Dinas Perhubungan akan melaksanakan Pengawasan Persyaratan Teknis Laik Jalan. Hal itu dilakukan agar operasional angkutan penumpang umum telah melewati Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Ramp Check), baik di terminal maupun lokasi-lokasi tempat wisata.


“Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan keselamatan penumpang yang menggunakan angkutan umum Lebaran 2019, yang dimulai pada H-7 pada tanggal 29 Mei 2019 dan berakhir pada H+7 tanggal 13 Juni 2019 nanti,” sebut Olly.
Untuk memenuhi kebutuhan dengan harga terjangkau, Pemprov Sulut sambung Olly melakukan sejumlah strategi, yakni pasar murah dan operasi pasar.
“Harga 9 bahan pokok yang mulai naik, diantisipasi dengan pasar murah dan operasi pasar. Contohnya saja ketika harga bawang, rica, tomat, menyentuh kisaran Rp75-Rp100 ribu, kita datangkan dari Surabaya dengan pesawat Hercules sehingga harga betsaing dan tidak merugikan petani lokal,” tandasnya.

Gubernur juga mengingatkan agar para pedagang besar tidak memainkan harga. Sebab, jika kedapatan akan berhadapan dengan hukum. Akan hal ini, Pemprov Sulut menggandeng Polda Sulut.
“Kami juga memantau kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok, agar tidak berlama-lama ketika melakukan proses distribusi. Aparat akan mengecek langsung arus kelancarannya,” tukasnya.
Sementara itu, terkait libur panjang, diharapkan tidak akan berdampak pada aktivitas ekonomi lainnya. Terutama wisatawan yang akan datang.
“Jangan sampai karena libur panjang, akan berpengaruh pada pariwisata. Karena pariwisata sudah terjalin kontrak. Jadi bagaimana menyiasatinya mulai dari perhotelan, travel, kuliner tetap ada pekerja yang beraktivitas,” tukasnya.
Menariknya, Olly juga menambahkan bahwa Pemprov Sulut akan membuka jalan tol Manado-Bitung, satu arah. Nantinya warga dapat memanfaatkannya dengan gratis.
“Banyak hal yang disiapkan, sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah,” ujarnya.

Salah satu warga, Djamal yang merupakan penjaga mesjid, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur, sebab umat Muslim sampai saat ini dapat beribadah dengan bebas.
Selain itu, gubernur juga ditanya bagaimana kiat menjaga kebugaran, meski memiliki aktivitas tinggi tetapi tetap terlihat fit.
“Isi kehidupan dengan senang, bukan cari senang. Niscaya hidup akan menjadi lebih baik,” imbuhnya.
Kegiatan ngabuburit dan bukber, turut dihadiri Sekdaprov Sulut, Edwin Silangen SE MS, Karo Umum Clay J.H. Dondokambey dan Karo Protokol dan Humas Dantje Lantang serta Kabag Humas Christian Iroth.(eda)
(Advetorial Bagian Protokol dan Humas Setdaprov Sulut)













