Ada “Perang” Harga Bapok di Pasar Pinasungkulan dan Bersehati

0
383

Manado, SULUTREVIEW

Jelang perayaan Natal, sejumlah bahan pokok (bapok) yang dijual di pasar Pinasungkulan dan Bersehati Manado, mengalami kenaikan.

Meski terbilang stabil tetapi bapok dijual dengan harga bervariasi. Tentu saja untuk mendapatkan harga yang baik, pembeli harus pintar memilih dan menawar.

Harga beras Memberamo, Sultan, Serayu, Superwin hingga beras Bulog, dijual dengan harga bervariasi. Dari Rp10 ribu sampai 12,500 per kilogram (khusus untuk Superwin Kotamobagu).

Menurut Ani Pangindaheng, salah satu pedagang beras, harga  terbilang masih terjangkau dan stabil.

“Harga masih stabil, kalau pun ada kenaikan, tidak terlalu tinggi,” katanya Kamis (13/12/2018).

Untuk harga daging ayam broiler, dijual dengan harga bervariasi. Pasalnya, di pasar terdapat dua jenis daging ayam, yakni Surabaya Rp35 ribu per kilogram dan lokal Rp37-38 ribu per kilogram.

“Daging ayam lokal memang lebih mahal, karena masih fresh. Beda dengan daging ayam asal Surabaya yang merupakan ayam beku yang disimpan dalam waktu lama,” ujar Obed dan Rizal sembari menambahkan bahwa menjelang Natal, permintaan pasar mengalami peningkatan hingga 100 persen.

“Kalau hari-hari biasa, laku sampai 25 ekor. Tetapi pada perayaan Natal ini bisa 50 ekor per hari,” tukasnya.

Komoditas bawang merah,  mengalami kenaikan dari harga di kisaran Rp26-28 ribu menjadi Rp30-38 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih Rp20 ribu per kilogram.

Tomat  dijual Rp10 ribu per kilogram, telur ayam Rp1.900 sampai 2.000 per kilogram atau Rp53 ribu per baki isi 30 butir. Sedangkan gula pasir Rp 12 ribu per kilogram.

“Harga telur naik dari Rp40 ribu menjadi Rp53 per baki,” ujarnya.

Menariknya untuk harga rica atau cabai mengalami lonjakan cukup signifikan. Rica Surabaya dijual Rp30 ribu per kilogram dan rica Gorontalo Rp50 ribu per kilogram.

Harga bapok yang dijual di pasar tradisional, rata-rata mengalami kenaikan. Untuk itu, guna memastikan antara ketersediaan dan kebutuhan, Kementerian Perdagangan RI secara langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Menurut Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Kementerian Perdagangan RI, Sutriono Edi yang didampingi Sekretaris Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan, Sri Nastiti mengatakan adanya kenaikan harga harus diantisipasi agar tidak terjadi lonjakan.

“Harus diantisipasi agar jangan terjadi lonjakan harga. Perlu dilakukan koordinasi antar instansi terkait, sehingga bahan pokok tersedia cukup,” katanya.

Senada disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, Ir Jenny Karouw MSi didampingi Kabid Perdagangan Dalam Negeri Hanny Wajong, kenaikan harga tidak signifikan. Namun pihaknya tetap akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“Kami akan melakukan koordinasi secepatnya,” ujarnya sambil menambahkan bahwa ada Satgas pangan yang melakukan pemantauan di pasar.

“Tidak ada permainan harga, karena Satgas rutin memantau untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi lonjakan harga,” sebutnya.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here