Manado, SULUTREVIEW
Taman Nasional Bunaken merupakan destinasi unggulan Sulawesi Utara (Sulut), yang telah dikenal dunia internasional.
Kawasan wisata bawah air ini memilik keindahan yang luar biasa, sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Itulah sebabnya Bhayangkari Sulut bersama-sama para penyelam pada Minggu (28/10/2018) baru-baru ini melakukan rehabilitasi di salah satu spot cantik di Bunaken, Tawara.
Ketua Bhayangkari Sulut, Ruthy Bambang Waskito didampingi Audi Sumendap dari Pecinta Alam Ilmu Kelautan (Palamik) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Audi Sumendap dan Arjun Langitan coordinator penyelam Sulut, mengatakan kawasan ini dulunya cantik dan banyak koral sehat, namun kini kurang berwarna karena minimnya koral yang hidup.
“Untuk itu kami melakukan transplantasi koral, dengan tujuan daerah ini menjadi lebih sehat lagi dan lebih menarik lagi,” jelasnya.
“Kami Bhayangkari dan para penyelam Sulut sangat peduli dengan lingkungan. Laut adalah bagian dari warisan kita yang harus kita jaga dan lindungi, apa yang kami lakukan disini adalah untuk membuat kawasan ini menjadi lebih baik,” tambahnya.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan Hari Gerak Bhayangkari dan Sumpah Pemuda serta kegiatan revolusi mental ini dimulai pada pukul 09.00 Wita. Di mana sekitar 40 penyelam membawa 16 tatakan meja dan dua media baru yang semuanya diperuntukkan untuk rumah ikan yang baru.
Aktivitas ini sendiri dilakukan di kedalaman 8 meter hingga 12 meter, sementara bibit coral diambil dari area terdekat.
“Karena jika mengambil terlalu jauh, kemungkinan hidupnya kecil,” terang Nelson Uada dari Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sulut.
Kegiatan ini diikuti juga oleh Bunaken Oasis Resort, MM, Manado Scuba, Minanga Dive Center, POSSI Minahasa pimpinan Debora Rumawouw, Palamik Unsrat, Boboca Club dan BRI.(eda/*)













