Wanita Ne Toudano Tertarik Keindahan Pariwisata Sulut

Wanita Ne Toudano Tertarik Keindahan Pariwisata Sulut

MINAHASA, SULUTREVIEW

Wanita Ne Toudano (WNT) yang adalah kumpulan perempuan- perempuan Tondano yang ada di Jakarta tertarik untuk mengembangkan pariwisata pantai yang ada di Sulawesi Utara (Sulut), salah satunya adalah pantai Bulo yang ada di Minahasa.

Tak tanggung-tanggung, keindahan dan eksotisme pantai Bulo secara gencar dipromosikan di Jakarta, dengan harapan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik. Khususnya Kawanua di Jakarta agar pulang kampung dan menikmati view serta panorama alam pantai yang tak kalah cantiknya dengan daerah lainnya yang populer.

Terbukti, sebanyak 20 orang yang tergabung dalam WNT, untuk pertama kalinya melakukan kunjungan ke pantai Bulo. Sekaligus juga melakukan langkah kecil dengan menggelar aksi bersih-bersih pantai.

“Bersih-bersih pantai ini adalah tindakan kecil. Namun diharapkan akan berdampak bagi masyarakat sekitar pantai Bulo untuk peduli dan turut menjaga lingkungan,” ujar Ketua Umum WNT, Greetty Tielman Minggu (26/8/2018).

WNT, lanjut Greetty sangat mensuport pariwisata di Sulut. Sebab kemajuan pariwisata secara langsung akan mendongkrak perekonomian daerah. “Kalau pariwisata maju pastinya akan berpengaruh terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya sembari menambahkan WNT juga ikut menyukseskan Manado Fiesta yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Sebagai perempuan kami juga ingin menunjukkan eksistensi kami sebagai perempuan Minahasa yang tidak hanya tahu bersolek tetapi juga memiliki kualitas, mandiri, tegar, tangguh dan mampu melakukan hal-hal yang memberi manfaat bagi lingkungan. Kami tidak hanya ingin menjadi perempuan yang tidak mampu melakukan sesuatu tapi juga ingin dihormati karena mampu melakukan sesuatu. Bukan perempuan ecek-ecek tetapi pemberani,” tegas Greetty.

Meskipun jumlahnya belum terlalu banyak, tetapi WNT berupaya peduli terhadap berbagai hal. Antara lain, dalam sejumlah kegiatan mereka juga ikut menyukseskan kegiatan Guiness World of Record, dalam tarian Poco-poco.

“Kami juga berempati kepada anak-anak panti asuhan dengan ibadah bersama, juga dengan anak-anak pemulung. Jadi tidak hanya hura-hura, tetapi lebih dari itu, kami ingin mencetak wanita-wanita yang mampu memimpin, pandai memberi diri serta menjaga solidaritas di dalam Kebhinekaan Negara Kesatuan RI yang adalah harga mati,” tandasnya.

Senada disampaikan Bendahara WNT, Debora Rumawouw bahwa kunjungan rombongan WNT sepenuhnya ingin mendorong kemajuan pariwisata di Sulut. Terutama potensi pantai Bulo sebagai destinasi yang layak untuk diangkat dan dipromosikan.

“Namun begitu, kecantikan alam pantai Bulo harus dijaga sehingga suasana alamnya semakin nyaman, karena ditunjang oleh lingkungan yang bersih dan asri. Nah, melalui aksi bersih-bersih pantai kami berharap dapat menjadi awal yang baik, sehingga pantai Bulo menjadi destinasi yang dapat disetarakan dengan destinas lainnya di tanah air,” tukas wanita cantik berperawakan mungil ini.

Untuk menunjukkan atensi yang demikian besar, Debora atau yang akrab disapa dengan Debby ini, menginvestasikan dana dengan membangun resort, yang viewnya adalah hamparan pantai Bulo.

“Meski dalam skala sederhana, tetapi saya berharap resort ini dapat dimanfaatkan oleh wisatawan lokal maupun domestik yang berkunjung untuk menikmati keindahan pantai Bulo,” tukasya.(hilda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply