Masyarakat di Objek Wisata Desa Marinsow dan Pulisan Ikut Latihan Ketrampilan

0
303

LIKUPANG, SULUTREVIEW

Masyarakat yang ada di sekitar objek wisata Desa Marinsow dan Pulisan Kecamatan Likupang Minahasa Utara dibekali ketrampilan pembuatan oleh-oleh souvenir dan kuliner.

Terobosan pro rakyat ini sebagai upaya memfasilitasi masyarakat miskin yang berada pada usia produktif, melalui pelatihan peningkatkan ketrampilan sesuai dengan kebutuhan sumber daya yang ada di sekitar objek wisata.

Menurut Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara (Sulut),  Joudy S Senduk SE masyarakat Desa Marinsow dan Desa Pulisan merupakan sasaran potensial, mengingat objek wisata favorit berada di wilayah ini dan termasuk pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.

“Kebutuhan wisatawan terhadap oleh-oleh berupa souvenir dan kuliner khas sangat tinggi sementara souvenir dan kuliner yang ada di sekitar objek wisata Likupang Minahasa Utara juatru memasok dari daerah lain,” kata Senduk pada kegiatan Pelatihan Souvenir  dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Sekitar Objek Wisata Likupang Kabupaten Minahasa Utara, Senin (6/8/2018).

Oleh karena itu , sambung Senduk diadakannya pelatihan ketrampilan souvenir, akan meningkatkan potensi masyarakat dalam memproduksi souvenir secara mandiri dan menjualnya secara langsung kepada wisatawan di objek wisata.

“Melalui kegiatan ini dapat dibentuk kelompok-kelompok kerajinan souvenir yang nantinya akan menjadi pemasok souvenir khas bagi objek wisata di daerah lain sehingga Desa Marinsow akan lebih dikenal dengan potensi yang beragam sebagai wujud pariwisata berbasis komunitas atau tourism base community,” bebernya.

Sementara itu dikatakan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Jhon H Paerunan, pelatihan ketrampilan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai subjek pembangunan. Hal ini sejalan dengan semangat gubernur dan wakil gubernur melalui Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang adalah program inisiatif pemerintah Provinsi Sulut dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat sehingga berdampak pada berkurangnya angka kemiskinan.

“Hal ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat yang diwujudkan melalui program-program yang menyentuh langsung kepada masyarakat miskin,” tandasnya.

Ditambahkan Paerunan, pemerintah menyadari bahwa kemiskinan bukan hanya bertitik tolak pada kurangnya inisiatif dari masyarakat.  Melainkan juga oleh minimnya fasilitas pengetahuan dan terbatasnya modal.

“Majunya suatu daerah ditentukan oleh masyarakat yang kreatif produktif dan inovatif khususnya dalam menghadapi era di mana semua sektor termasuk pariwisata menuntut sumber daya manusia yang kompeten serta mampu berkompetisi secara profesional,” sebut Paerunan.(hilda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here