MANADO, SULUTREVIEW
Gelaran Festival Pesona Bunaken 2018 yang dipusatkan di Taman Laut Nasional Bunaken berlangsung spektakuler.
Betapa tidak, di event yang digagas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini, masyarakat lokal maupun wisatawan domestik dan mancanegara tumpah ruah menyaksikan sajian atraksi yang sarat seni dan budaya.
Assisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar RI, Muhamad Ricky Fauziani dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada penyelenggara dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sulut.
“Pelaksanaan Festival Pesona Bunaken 2018 adalah salah satu dari 100 Wonderful Event Indonesia. Saya berharap event ini menjadi peluang untuk terus dikembangkan dan dijadikan sebagai agenda rutin. Saya harapkan kesempatan ini jangan dilepas begitu saja. Karena dapat meningkatkan jumlah wisatawan,” kata Fauziani saat menghadiri acara puncak yang digelar di Kelurahan Liang Kecamatan Bunaken, Sabtu (21/7/2018).

Kegiatan yang dihadiri ribuan orang bahkan didukung oleh kabupaten/kota ini, Fauziani kembali memotivasi untuk lebih meningkatkan kualitas event sehingga ke depan akan semakin diminati para pelancong.
“Kegiatan festival jangan hanya sekedar telah dilaksanakan. Tetapi ke depan harus lebih ditingkatkan lagi kualitas eventnya. Sebab secara ekonomi sangat berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya sembari menambahkan Festival Pesona Bunaken, telah menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Festival ini sudah baik. Tetapi ke depan harus lebih dimaksimalkan lagi. Terutama atraksi yang harus lebih sarat dengan seni dan budaya. Sebab inilah yang menjadi daya tarik wisatawan,” sebut Fauziani.

Lebih jauh, Fauziani memberikan pujian kepada pemerintahan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Steven OE Kandouw yang telah menggulir program inovatif.
“Mewakili Menteri Pariwisata saya mengucapkan banyak terima kasih. Karena melalui event ini Bunaken semakin dikenal dunia. Event ini menjadi ajang promosi yang efektif,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Sulut, Daniel Mewengkang SE MSi, dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan Festival Bunaken ini sudah dua kali dilaksanakan dalam dua tahun terakhir. Dan terbukti berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Sudah pasti event ini akan berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian masyarakat. Sebab ribuan wisatawan dari mancanegara dan wisatawan domestik hadir menyaksikan berbagai atraksi yang digelar,” tandasnya.
Mewengkang mengaku optimistis dengan pelaksanaan Festival Pesona Bunaken. Hal itu dibarengi rencana program formula one boat pada 2019 mendatang.
“Harapan kami, event Festival Bunaken akan menggairahkan pariwisata di Sulut. Bahkan setiap wisatawan yang berkunjung akan kembali lagi dan mengajak yang lainnya. Karena itu harus diciptakan kenangan yang berkesan,” sebut Mewengkang.

Lebih jauh, Assisten Bidang Pemerintahan Setdaprov Sulut Drs Edison Humiang mengatakan Festival Pesona Bunaken 2018 berpotensi untuk menjaring wisatawan. Hal ini harus terus digaungkan sehingga nantinya ketika event yang sama digelar akan meningkatkan jumlah wisatawan.
“Sebagai salah satu kalender event nasional yang dilaksanakan oleh Pemprov Sulut bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, akan semakin mendongkrak kunjungan wisatawan. Tentu saja hal ini akan menjadikan Sulut sebagai destinasi wisata yang semakin menarik untuk dikunjungi.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Disparda Provinsi Sulut, Voura Kumendong SH menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan sehingga festival dapat berlangsung dengan baik yang ditutup dengan karnaval budaya.
Untuk meriahnya festival juga digelar kegiatan pameran produk unggulan daerah 2018. Antara lain, produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia, seperti produk fesyen, batik, tenun, bordir, aneka kerajinan, aksesoris, perhiasan, makanan minuman olahan, komoditas pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan dan juga informasi pariwisata nusantara. Dan tak kalah menariknya, juga digelar lomba perahu hias, lomba karnaval budaya, lomba Kolintang, lomba Maengket serta tarian kreasi baru.(hilda)













