Festival Pesona Bunaken 2018, Butuh Atraksi Sustainable

Manado, SULUTREVIEW

Event Festival Pesona Bunaken 2018 yang digelar pada 19-22 Juli 2018, diharapkan menjadi ajang promosi yang mampu menarik perhatian wisatawan untuk datang ke Bumi Nyiur Melambai.

Namun untuk suksesnya gelaran tersebut ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, yakni konsep pariwisata yang dikenal dengan 3A, yakni attraction (atraksi), Accessibility (aksesbilitas) dan amenity (amenitas).

Disebutkan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Drs Steven OE Kandouw untuk menunjang pariwisata yang hidup harus mengedepankan sisi atraksi yang harus dilakukan secara terus menerus atau sustainable.

“Kalau di Spanyol travelbook atraksinya ada 670 event, sementara di Sulut hanya 14 kali. Perbandingan yang sangat jauh sekali. Karena itu, kalau pariwisata ingin maju, Sulut harus punya atraksi yang sustainable seperti Bali,” kata Kandouw saat membuka Festival Pesona Bunaken 2018 yang dipusatkan di Manado Town Square (Mantos), Kamis (19/7/2018).

Lebih jauh, untuk pariwisata di Sulut, sambung Kandouw sudah didukung  oleh sistem aksesbilitas. Hal itu dapat dilihat dari terbukanya kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya Cina melalui penambahan flight langsung yang sudah berjalan baik. Bahkan dalam waktu dekat ini kita juga menjembatani penerbangan Korea-Manado yang menggunakan Citilink.

“Accessibility kita unggul dibanding daerah lain. Untuk itu kita berikan apresiasi atas kerja Pak Gubernur karena pertumbuhan pariwisata kita di Sulut meningkat 66 persen,” sebut Kandouw.

Sementara itu terkait amenity, Kandouw menyampaikan sejumlah koreksi. Hal itu berkaitan dengan mahalnya cost hotel yang tinggi.

“Di mana mana wisatawan mengeluhkan tarif hotel. Contohnya saja di Semarang untuk hotel berbintang hanya Rp520 ribu sementara di Manado untuk bintang 3 hampir Rp1 juta. Mengapa seperti itu karena jumlah hotel tidak sebanding dengan kedatangan wisatawan,” tandasnya sembari menambahkan agar pertumbuhan pariwisata di Sulut juga diikuti dengan atmosfer yang meninggalkan rasa nyaman dan aman.

“Ciptakan rasa nyaman dan aman. Contohnya saja lingkungan yang mendukung, jangan sampai karena bau sampah hal itu akan meninggalkan kesan buruk wisatawan,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Sulut, Daniel A Mewengkang SE MSi, mengatakan Festival Bunaken 2018 bertujuan untuk melestarikan alam dan seni budaya di Pulau Bunaken yang diharapkan dapat menarik kunjungan qisatawan domestik maupun mancanegara.

“Banyak atraksi  yang dilaksanakan mulai dari lomba perahu hias, lomba karnaval budaya, lomba Kolintang, lomba Maengket, tarian kreasi baru dan acara hiburan menarik lainnya,” ujarnya.

“Ada juga pameran produk unggulan daerah, yang intinya akan menciptakan wahana interaksi selain antara penjual dan pembeli, juga antar pelaku usaha, untuk menjalin komunikasi bisnis dan memperluas jaringan pemasaran,” tukasnya.

Lebih jauh, Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Disparda Provinsi Sulut, Voura Kumendong SH, Festival Pesona Bunaken 2018 adalah rangkaian kalender event 100 Wonderful Indonesia.

Selain itu, untuk meriahnya festival juga digelar kegiatan pameran produk unggulan daerah 2018. Antara lain, produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia, seperti produk fesyen, batik, tenun, bordir, aneka kerajinan, aksesoris, perhiasan, makanan minuman olahan, komoditas pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan dan juga informasi pariwisata nusantara.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *