DJP Suluttenggomalut Dorong Wajib Pajak Ungkap Harta yang Tersembunyi

0
252

Manado, SULUTREVIEW – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Suluttenggomalut) mendorong wajib pajak (WP) untuk melaporkan harta yang tersembunyi, sebelum hal tersebut ditemukan oleh DJP.

Kepala Kanwil DJP Suluttenggomalut, Agustin Vita Avantin mengatakan berdasarkan revisi kedua dari Paraturan Menteri Keuangan Nomor 118/PMK.O3/2016 tentang Pelaksanaan Program Pengampunan Pajak telah terbit dengan ditetapkannya PMK Nomor 165/PMK.03/2017.

“Hal ini dapat digunakan sebagai surat keterangan bebas untuk memparoleh fasititas pambebasan PPh atau balik nama aset tanah dan atau bangunan yang diungkapkan datam program Amnesti Pajak sebagaimana diumumkan sebelumnya,” ungkapnya dalam conferensi pers Snin (27/11/2017).

Lebih jauh, kata Agustin, PMK~165 juga mengatur mangenai prosedur perpajakan bagi wajib pajak yang melaporkan aset tersembunyi sebetum aset tersebut ditemukan DJP.

“Prosedur pengungkapan aset secara Sukarela dengan tarif final (PAS-Fina!) ini, membarikan kesempatan bagi seluruh wajib pajak yang memiliki harta yang masih belum dilaporkan dalam SPT Tahunan 2015 maupun SPH untuk mengungkapkan sendirt aset tersebut dengan membayar pajak penghasilan sesuai tarif yang ditetapkan,” bebernya sembari merinci untuk orang pribadi umum sebesar 30%. Untuk badan umum 25% dan orang pribadi/badan tertentu (panghasilan usaha atau pekerjaan bebas kurang dari Rp4,8 miliar dan atau karyawan dengan penghasilan kurang dari Rp632 juta dikenakan 12.5%,” ungkapnya.

Lebih jauh, kata Agustin, pengungkapan yang dilakukan sendiri oleh wajib pajak sebelum aset tersebut ditemukan oteh Ditjen Pajak, maka ketentuan sanksi dalam Pasal 18 UU Pengampunan Paiak tidak berlaku bagi wajib pajak yang memanfaatkan prosedur PAS-Final. “Asset yang dapat diungkapkan adalah asset yang diperoleh wajib pajak sampai dengan 31 Desember 2015 dan masih dimiliki pada saat tersebut,,” ujarnya.

Sementara itu, Pposedur PAS-Final sebut Agustin, dilaksanakan dengan menyampaikan Surat Pemberitahuan Masa PPh Final, dilampiri dengan Surat Setoran Pajak dengan Kode Akun Pajak 411128 dan kode jenis Setoran 422, ke KPP tempat wajib pajak terdaftar.

“Prosedur PAS-Final ini hanya dapat dimanfaatkan selama Ditjen Pajak belum menerbitkan surat perintah pemeriksaan (SP2) pajak sehubungan dengan ditemukannya data aset yang belum diungkapkan,” tukasnya.

Ditjen Pajak, menurut Agustin, terus melakukan proses data-matching antara data yang ditaporkan wajib pajak dalam SPT dan SPH dibandingkan dengan data pihak ketiga yang diterima Ditjen Pajak. “Ditjen Pajak menghimpun ratusan jenis data dari 67 instansi balk pemerintah maupun swasta yang sesuai Undang-undang wajib memberikan data secara teratur kepada Ditjen Pajak, antara lain izin usaha, izin penangkapan ikan, izin pertambangan, perkebunan, dan kehutanan, izin mendirikan bangunan, registrasi produk obat dan makanan, kepemilikan tanah, kendaraan bermotor. hotel dan restoran,” tandasnya.

Sejauh ini, Ditjen Pajak juga kata Agustin, telah diberikan kewenangan sesuai UU Nomor 9 Tahun 2017 untuk mengakses data keuangan yang dimiliki lembaga keuangan sepeni perbankan dan pasar modal.

“Selanjutnya mulai tahun 2018, Iembaga keuangan akan secara rutin memberikan data keuangan kepada Ditjen Pajak, termasuk data keuangan dari 100 negara lain yang telah sepakat bertukar informasi keuangan dalam rangka memerangi pelarian pajak Iintas negara,” katanya.

Karenanya, Ditjen Pajak mengimbau semua wajib pajak baik yang belum dan terlebih khusus yang sudah ikut Amnesti Pajak dan masih memiliki aset tersembunyi untuk segera memanfaatkan prosedur PAS-Final sebagaimana diatur dalam PMK-165 ini sebelum Ditjen Pajak menemukan data asset tersembunyi tersebut.

“Dalam semangat rekonsiliasi dan reformasi pajak, pemerintah mengimbau seluruh Wajib Pajak untuk memanfaatkan seluruh fasilitas yang tersedia demi melaksanakan kewajiban perpajakan dengan benar dan menjadi Wajib Pajak yang patuh demi membangun Indonesia yang lebih baik untuk kita semua,” imbuhnya.(hilda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here