Tembus Miliaran Rupiah, BI Sulut Pacu UMKM Lokal Naik Kelas dengan Kemitraan Korporasi

Jakarta, Sulutreview.com — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) lakukan percepatan transformasi ekonomi daerah dengan menyiapkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar mampu naik kelas, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui akselerasi intermediasi keuangan, pengluasan jaringan pasar, serta penguatan kemitraan dengan rantai pasok korporasi besar. Inisiatif tersebut menjadi bagian integral dari rangkaian gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta yang mengusung semangat Beudaya Meusare-Sare atau Berdaya Bersama-sama.

​Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa upaya mendorong ketahanan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan nasional harus ditransformasikan menjadi pertumbuhan yang inklusif.

Menurutnya, UMKM memegang peranan krusial sebagai fondasi utama perekonomian daerah. Keberhasilan UMKM dalam meningkatkan skala usaha tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi Sulawesi Utara dari berbagai dinamika global.

​”UMKM yang tumbuh secara konsisten dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi korporasi baru Indonesia. Untuk mencapai tahapan tersebut, UMKM lokal perlu didorong secara masif agar mampu meningkatkan produktivitas, mengadopsi teknologi digital, memperluas jangkauan pasar, dan terintegrasi secara rapat ke dalam ekosistem bisnis yang lebih luas,” ungkap Joko Supratikto.

​Ia menekankan bahwa BI Sulut secara konsisten mengusung Gerakan Korporasi Gandeng UMKM sebagai jalan tol bagi para pelaku usaha lokal untuk masuk ke dalam rantai nilai (value chain) industri nasional. Melalui kemitraan ini, keunggulan yang dimiliki korporasi besar, seperti standar operasional yang ketat, kemudahan akses modal, keahlian manajemen, hingga jaringan distribusi berskala luas yang dapat diserap langsung oleh UMKM binaan sebagai pengungkit kapasitas bisnis mereka.

​”Kemitraan strategis ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan. Korporasi mendapatkan pasokan bahan baku lokal yang stabil dan berkualitas, sementara UMKM memperoleh kepastian pasar, transfer teknologi, serta kemudahan akses pembiayaan bank maupun lembaga keuangan non-bank,” tambahnya.

​Efektivitas langkah pemberdayaan BI Sulut dalam mendorong kemandirian pelaku usaha binaan tercermin nyata dari jajaran program besar yang dihelat sepanjang tahun 2026.

Pada agenda Hijrah Sulut Fest 2026 yang diselenggarakan pada 12 Februari hingga 18 Maret 2026 lalu, BI Sulut mencatatkan nilai penjualan UMKM sebesar Rp3,55 miliar, melonjak tajam melampaui target awal sebesar Rp1,05 miliar. Tak hanya itu, program ini turut memfasilitasi akad pembiayaan bagi 93 UMKM dengan total realisasi mencapai Rp5,04 miliar, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp2 miliar.

​Akselerasi pendampingan dan pembukaan akses pasar tersebut berlanjut pada gelaran Urban Digifest 2026 yang diselenggarakan pada 12–16 Agustus 2026 di Atrium Manado Town Square (Mantos) 3.

Momen yang melibatkan 233 UMKM unggulan Sulut ini kembali mencatatkan kinerja gemilang dengan realisasi transaksi penjualan sebesar Rp7,25 miliar dari target Rp6 miliar. Dari sisi akses permodalan, fasilitasi business matching pembiayaan difokuskan untuk mencapai target hingga Rp3 miliar guna mengakomodasi kebutuhan ekspansi usaha para peserta.

​Seluruh capaian positif ini sejalan dengan target nasional dalam KKI 2026 yang membidik akumulasi omzet serta business matching ekspor sebesar Rp446,9 miliar, di samping business matching pembiayaan hijau dan konvensional sebesar Rp212,8 miliar.

Joko Supratikto mengajak seluruh pemangku kepentingan, pemerintah daerah, perbankan, dan jajaran korporasi swasta di Sulut untuk memperkuat sinergi inter-lembaga.

“Dengan bergandengan tangan, ekosistem pembiayaan dan perdagangan bagi UMKM lokal akan semakin solid, sehingga mewujudkan perekonomian daerah yang tangguh, inklusif, serta berkelanjutan,” pungkasnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *