Manado, Sulutreview.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara (SulutGo) terus mengakselerasi peningkatan pemahaman dan akses keuangan masyarakat di wilayah Sulawesi Utara melalui arah dan tema strategis Tahun 2026.
Langkah ini diambil guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan serta merata hingga ke seluruh daerah.
Kepala OJK SulutGo, Robert Sianipar, menyatakan bahwa OJK berkomitmen memperkuat sinergi dengan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) serta Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait.
“Kami berfokus pada percepatan literasi dan inklusi keuangan yang masif dan merata. Hal ini dilakukan melalui optimalisasi kolaborasi guna mendorong perilaku masyarakat yang cerdas keuangan serta memperluas pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan,” ujar Sianipar saat menyampaikan materi di Media Update TW-III 2026 di kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Rabu (19/8/2026).
Diketahui, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026, tingkat literasi keuangan masyarakat di Sulawesi Utara tercatat mencapai 73,45% di wilayah perkotaan dan 64,35% di perdesaan.
Sementara itu, tingkat inklusi keuangan di wilayah perkotaan berada pada angka 94,82% dan 93,48% di wilayah perdesaan. Jika ditinjau dari segmen gender, indeks literasi keuangan perempuan di Sulawesi Utara tergolong unggul dengan angka 72,03% dan inklusi keuangan mencapai 95,47%.
Ia menjelaskan bahwa sasaran prioritas program ini mencakup berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar dan mahasiswa, UMKM, perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat di daerah 3T, hingga petani dan nelayan.
Untuk menunjang target tersebut, OJK SulutGo mengusung tiga program utama, yaitu penguatan literasi keuangan, perluasan inklusi keuangan, serta pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah.
”Dalam implementasinya, kami mewajibkan pelaksanaan program GENCARKAN hingga ke tingkat daerah. Kami juga mendorong integrasi edukasi keuangan ke dalam kurikulum pendidikan formal, penguatan peran Duta Literasi Keuangan, serta pemanfaatan Platform Learning Management System Keuangan (LMSKU) secara masif,” tambah Sianipar.
Selain program inklusi umum, OJK SulutGo juga memberikan perhatian khusus pada sektor keuangan syariah melalui Kampanye Nasional LIKS seperti Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) serta berbagai flagship event seperti Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSIS). Penguatan ini diharapkan mampu menjangkau ekosistem pusat inklusi keuangan syariah hingga daerah-daerah terpencil.
OJK optimistis bahwa melalui optimalisasi fungsi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) serta penyelarasan program kerja lintas pemangku kepentingan, akses dan daya paham finansial masyarakat Sulut dapat terus meningkat secara signifikan.(hilda)






