Puncak PQN 2026, BI Sulut Catat Lonjakan Transaksi Digital hingga 30 Persen

Puncak PQN 2026 catatkan transaksi signifikan. Foto:ist

Manado, Sulutreview.com — Sinergi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara (KPw BI Sulut) dan perbankan BUMN, yakni BNI, BRI, dan Bank Mandiri berhasil mencetak rekor baru dalam percepatan adopsi pembayaran digital.

Melalui 11 program kolaboratif sepanjang tahun 2026, kemitraan strategis ini menyumbang 559.640 transaksi non-tunai baru serta menjaring belasan ribu pengguna dan merchant di wilayah Sulut.

​Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto, mengapresiasi komitmen kuat sektor perbankan dalam memperluas ekosistem non-tunai hingga ke sektor UMKM dan transaksi pemerintah daerah pada malam puncak Pekan QRIS Nasional (PQN) Sulut 2026 di Manado, Senin (17/8/2026).

​”Capaian dari 11 program kolaboratif tersebut, yang mencakup penambahan 11.506 pengguna baru dan 3.906 merchant baru, menjadi indikasi bahwa sinergi bersama perbankan telah memberikan hasil nyata dalam memperluas basis pengguna serta pemanfaatan QRIS di Sulawesi Utara,” kata Joko.

​Kolaborasi ini turut mendorong lonjakan signifikan pada total akumulasi transaksi digital daerah. Per 30 Juni 2026, Sulut mencatatkan 387.182 merchant dan 597.907 pengguna QRIS, dengan volume transaksi pada Semester I 2026 menembus 36,44 juta transaksi senilai Rp3,85 triliun, atau tumbuh lebih dari 30 persen secara tahunan (year-on-year).

​Selain merambah sektor usaha lewat uji coba QRIS Antarnegara dan QRIS TAP pada ajang UMKM EXPO, ekspansi digitalisasi juga menyasar tata kelola keuangan daerah. Inovasi ditunjukkan melalui peluncuran kanal QRIS untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Bitung serta pemberian insentif pajak non-tunai di Kabupaten Minahasa Utara.

​”Malam puncak PQN Sulut 2026 menjadi momentum untuk mengapresiasi para mitra strategis. Ke depan, kami berharap keberhasilan perluasan QRIS dapat terus dilanjutkan untuk membangun ekosistem pembayaran digital yang aman, inklusif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tutur Joko.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *