Gueen Naray: Bersyukur dalam Segala Hal, Kunci Melangkah dengan Iman dan Pengabdian

Gueen L. G. Naray, S.K.M., M.Kes

Mitra, Sulutreview — Di tengah kesibukan dan tanggung jawab yang diemban sebagai Sekretaris BKPSDM Kabupaten Minahasa Tenggara, sosok Gueen L. G. Naray, S.K.M., M.Kes., dikenal bukan hanya karena dedikasi dan profesionalisme, melainkan karena ketenangan dan kerendahan hati yang senantiasa terpancar dari dirinya. Di balik setiap langkah yang diambil, terdapat satu prinsip hidup yang menjadi penuntun dan kekuatan utamanya: bersyukur dalam segala hal, dan selalu berfikir positif dan memiliki hati yang bersih apa pun keadaan yang sedang dihadapi.

Bagi Gueen, bersyukur bukan sekadar ucapan manis di bibir saat segala sesuatu berjalan lancar. Lebih dari itu, syukur adalah sikap hati yang dipilih untuk tetap dipegang, baik ketika hidup sedang berjalan indah, maupun ketika badai pergumulan datang menghantam. Ia percaya sepenuhnya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya, bahkan di saat-saat terberat sekalipun.

“Bersyukur dalam segala hal adalah kunci untuk menjalani kehidupan, baik dalam berumah tangga, pelayanan, maupun di dalam pekerjaan,” ujar Gueen mengutip 1 Tesalonika 5:18: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

Dalam perjalanan berumah tangga, tentu tidak selalu mudah. Ada tantangan, ada perbedaan, ada saat-saat di mana ujian datang bertubi-tubi. Namun Gueen meyakini, ketika setiap anggota keluarga belajar untuk bersyukur, bukan hanya atas kebahagiaan, tetapi juga atas kesempatan untuk tumbuh bersama, untuk saling mengasihi dan menguatkan maka rumah tangga itu akan berdiri kokoh di atas fondasi iman dan kasih karunia Tuhan. Syukur mengubah cara pandang: bukan lagi melihat apa yang kurang, melainkan menyadari segala berkat yang sudah Tuhan berikan.

Hal yang sama sebut Gueen, berlaku dalam pelayanan. Baik itu pelayanan di tengah jemaat maupun pelayanan kepada sesama, semangat syukur menjadi bahan bakar yang membuat hati tidak pernah lelah untuk memberi. “Ketika kita melayani dengan hati yang bersyukur, pelayanan itu bukan beban, melainkan persembahan yang berkenan kepada Tuhan,” tuturnya. Setiap kesempatan untuk melayani, setiap orang yang dapat dibantu, setiap tugas yang dipercayakan, semuanya adalah anugerah yang patut disyukuri.

Dan dalam kesehariannya sebagai Sekretaris BKPSDM Kabupaten Minahasa Tenggara, di tengah tuntutan tugas yang berat, tanggung jawab yang besar, serta dinamika birokrasi yang terus berubah, hati yang bersyukur menjadi penyeimbang yang luar biasa. Mulai dari mengoordinasikan penyusunan rencana kerja, mengelola administrasi kepegawaian, memimpin rapat evaluasi kinerja, hingga memastikan pelayanan kepada ASN dan masyarakat berjalan lancar, setiap tugas yang diemban dilakukan dengan penuh kesadaran bahwa ini adalah amanah. Rasa syukur mengubah tekanan menjadi tanggung jawab yang diemban dengan sukacita, dan tantangan menjadi kesempatan untuk tumbuh dan berkarya lebih baik lagi demi kemajuan BKPSDM dan Kabupaten Minahasa Tenggara.

Di balik setiap kesaksian syukur, ada keyakinan yang teguh berakar di dalam hati Gueen bahwa Tuhan tidak membiarkan anak-Nya. Bahkan di saat pergumulan terasa sangat berat, di saat jalan tampak tertutup rapat, di saat kekuatan terasa mulai habis, keyakinan itu tetap berdiri tegak.

“Tuhan tidak membiarkan anak-Nya menjadi keyakinan di saat ada pergumulan berat sekalipun,” ujarnya.

Lebih jauh ia menyatakan, ada masa-masa dalam hidup maupun dalam menjalankan tugas ketika segala sesuatu tampak tidak berjalan sesuai rencana. Ada saat di mana persoalan datang dari berbagai arah sekaligus, di mana keputusan sulit harus diambil, di mana rasa lelah dan cemas hampir merenggut harapan. Namun justru di titik itulah, iman diuji dan dipertajam. Gueen belajar bahwa Tuhan sering kali bekerja justru di saat-saat yang mustahil bagi manusia. Ketika jalan tertutup, Tuhan membuka jalan yang tidak pernah kita sangka. Ketika kekuatan habis, Tuhan memberikan kekuatan yang baru, bagaikan sayap elang yang diperbarui.

“Tuhan tidak terlambat, dan Dia tidak pernah lupa. Walaupun kita harus menunggu, walaupun prosesnya terasa panjang, Tuhan selalu setia menyertai setiap langkah anak-anak-Nya. Dia tidak menjanjikan bahwa hidup akan selalu mudah, tetapi Dia berjanji untuk tidak pernah meninggalkan kita,” ungkapnya.

Keyakinan inilah yang membuatnya tetap teguh, tetap lembut, dan tetap bersyukur, bukan karena keadaan selalu menyenangkan, melainkan karena Ia yang memegang kendali kehidupan adalah Tuhan yang baik dan setia.

(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *