Manado, Sulutreview.com — Suasana Terminal Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado pada Kamis (23/7) terasa berbeda dari biasanya.
Gelak tawa dan riuh gembira puluhan siswa sekolah dasar pecah saat mereka menyusuri area keberangkatan, ruang tunggu, hingga “markas” Airport Rescue and Fire Fighting (ARRF).
Sebanyak 90 anak yang tinggal di wilayah sekitar bandara (ring 1) diajak menyelami langsung kesibukan dunia penerbangan. Bukan sekadar kunjungan biasa, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Cabang Bandara Sam Ratulangi mengemas peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 lewat program Airports Kids Edu Care, sebuah petualangan edukatif yang mendekatkan anak-anak dengan ragam profesi serta rahasia keselamatan di balik megahnya bandara.
Antusiasme peserta terlihat membuncah saat diajak berinteraksi langsung dengan para petugas operasional. Anak-anak tidak hanya menonton, tetapi juga diberi pemahaman penting mengenai keselamatan udara dengan cara yang menyenangkan dan mudah dicerna.
Salah satu poin penting yang diselipkan adalah bahaya bermain layang-layang di kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP). Lewat penjelasan interaktif, para siswa diajak menjadi “agen keselamatan kecil” yang siap menjaga keamanan langit Manado dari lingkungan rumah mereka sendiri.
Pengalaman makin berkesan ketika rombongan diajak melihat langsung armada kendaraan pemadam kebakaran berukuran raksasa di ARRF station. Di sana, mereka mengenal lebih dekat tugas mulia para personel yang bersiap 24 jam menjaga keamanan bandara.
”Kami ingin memberikan pengalaman yang berkesan sekaligus menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini. Edukasi ini diharapkan jadi bekal positif agar mereka tumbuh menjadi generasi yang disiplin dan peduli,” ungkap General Manager InJourney Airports Bandara Sam Ratulangi, Ari “Oki” Purwoko.
Suntikan Semangat untuk Masa Depan
Melengkapi keceriaan hari itu, seluruh peserta juga menerima paket bantuan perlengkapan sekolah untuk menunjang aktivitas belajar mereka sehari-hari.
Lewat langkah nyata ini, Bandara Sam Ratulangi tidak hanya hadir sebagai pintu gerbang transportasi udara Sulawesi Utara, tetapi juga sebagai “tetangga yang peduli” yang ikut memupuk mimpi dan menjaga keselamatan generasi penerus bangsa dari balik pagar landasan.(hilda)






