PLN Sebut Bauran Energi Jadi Kunci Keandalan Sistem Kelistrikan Sulawesi

General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun (tengah) bersama jajaran pimpinan. Foto:Hilda

Manado, Sulutreview.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) memastikan pasokan listrik di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah tetap aman dan andal selama musim kemarau berkat sistem interkoneksi yang kuat serta bauran energi pembangkit yang beragam.

General Manager PLN UID Suluttenggo Usman Bangun, mengatakan sistem kelistrikan Sulawesi memiliki tingkat keandalan yang tinggi karena tidak bergantung pada satu jenis energi primer, melainkan ditopang berbagai sumber pembangkit yang saling melengkapi.

“Sistem kelistrikan di Sulawesi merupakan salah satu yang paling harmonis dan paling aman. Kami tidak bergantung pada satu jenis energi primer karena bauran energinya sangat beragam,” kata Usman saat Media Gathering bersama puluhan jurnalis di Sulawesi Utara pada Selasa (30/6/2026).

Menurut dia, keberagaman sumber energi menjadi kekuatan utama sistem kelistrikan Suluttenggo, terutama saat musim kemarau yang berpotensi menurunkan debit air pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Saat ini, pasokan listrik di wilayah Suluttenggo didominasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara dengan kontribusi sekitar 40 hingga 45 persen. Sementara itu, PLTA menyumbang sekitar 30 persen, pembangkit energi baru terbarukan (EBT), termasuk tenaga surya, berkontribusi sekitar 6 hingga 10 persen, sedangkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) hanya digunakan sebagai penopang dengan porsi sekitar 3 hingga 5 persen.

Usman menjelaskan komposisi bauran energi tersebut membuat sistem kelistrikan tetap stabil ketika salah satu jenis pembangkit mengalami penurunan produksi akibat faktor cuaca maupun kendala operasional.

“Ketika musim kemarau menyebabkan debit air berkurang sehingga produksi PLTA menurun, kekurangan daya dapat ditutupi oleh pembangkit lain seperti PLTU maupun pembangkit berbasis energi lainnya. Inilah keuntungan sistem interkoneksi yang kami miliki,” katanya.

Ia mengatakan sistem interkoneksi memungkinkan pasokan listrik dari berbagai pembangkit saling mendukung sehingga kontinuitas layanan kepada pelanggan tetap terjaga.

Selain mengandalkan diversifikasi sumber energi, PLN juga terus memantau perkembangan cuaca serta proyeksi kebutuhan listrik di wilayah Suluttenggo. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi penurunan pasokan dari salah satu pembangkit melalui optimalisasi pembangkit lainnya.

Menurut Usman, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menjaga keandalan pasokan listrik, terutama pada periode musim kemarau ketika produksi listrik dari PLTA berpotensi mengalami penurunan akibat berkurangnya debit air.

PLN optimistis sistem kelistrikan di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah tetap mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, layanan publik, maupun sektor industri sepanjang musim kemarau karena didukung sistem interkoneksi yang andal dan komposisi pembangkit yang berimbang.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *