Tutup Penas KTNA, Prabowo Sebut Transformasi Revolusioner Pertanian Menjadikan Indonesia Lumbung Padi Dunia

Gorontalo, Sulutreview.com– Presiden Prabowo Subianto akhirnya menutup kegiatan Pekan Nasional (PENAS) XVII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tahun 2026 yang digelar di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan Nasional tersebut, juga dihadiri Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay, Serta Wali Kota Bitung dan Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE serta kepala-kepala Daerah se-Indonesia.

Dalam sambutannya yang penuh semangat kebangsaan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa petani dan nelayan memiliki peran historis yang sangat besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, sejak awal kemerdekaan hingga saat ini, petani dan nelayan selalu menjadi kekuatan utama yang menopang kehidupan rakyat dan menjaga keberlangsungan negara.

Presiden mengingatkan bahwa ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945, negara belum memiliki anggaran, belum memiliki APBN, bahkan belum mampu memberikan gaji kepada para pejuang dan tentara. Namun rakyat tetap memilih berdiri bersama Republik Indonesia karena dorongan hati, kecintaan terhadap tanah air, dan keyakinan terhadap masa depan bangsa.

“Ketika Republik ini lahir, belum ada anggaran negara, belum ada gaji. Tetapi rakyat memilih Republik Indonesia karena cinta kepada bangsa dan tanah air. Pada masa perjuangan itu, petani dan nelayanlah yang memberi makan para pejuang dan tentara sehingga perjuangan mempertahankan kemerdekaan dapat terus berjalan,” ujar Presiden Prabowo.

Karena itu, Presiden menegaskan bahwa kekuatan Indonesia sesungguhnya berada di tangan rakyat, khususnya petani dan nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi nasional.

“Petani dan nelayan adalah kekuatan bangsa. Mereka adalah tulang punggung Indonesia yang harus terus kita perhatikan, lindungi, dan sejahterakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga membagikan pengalaman perjalanan hidup dan perjuangan politiknya. Ia mengaku pernah mengalami berbagai kegagalan dan kekalahan, namun tidak pernah menyerah untuk terus berjuang demi kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia.

Menurut Presiden, transformasi inovasi modern pertanian saat ini, bisa dapat menambah hasil gabah yang sangat signifikan yang kalau digeluti secara komprehensif dapat menjadikan Indonesia sebagai lumbung padi di Dunia.

Usai sambutan, Wali Kota Bitung Hengky Honandar sangat mengapresiasi akan kegiatan PENAS KTNA ini dan sambutan Prabowo yang banyak memberikan semangat baru yang inovatif dalam sektor Pertanian untuk dapat diejahwantahkan oleh kepala-kepala Daerah di Indonesia termasuk di Kota Bitung.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *