Catat Pertumbuhan 3,25 Persen, BI Sulut Nilai Sinyal Positif Pemulihan Iklim Investasi

Capacity building, upaya meningkatkan investasi. Foto:ist

Manado, Sulutreview.com – Pertumbuhan investasi di Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan tren perbaikan pada awal 2026, namun masih belum mampu melampaui capaian nasional.

Pada triwulan I 2026, pertumbuhan investasi daerah tercatat sebesar 3,25 persen, meningkat signifikan dibandingkan triwulan III 2025 yang hanya 0,7 persen.

Meski mengalami penguatan, angka tersebut masih berada di bawah pertumbuhan investasi nasional yang mencapai 5,96 persen pada periode yang sama.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menyebut peningkatan ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan penguatan iklim investasi di daerah. Namun, ia mengakan bahwa laju tersebut masih perlu digenjot agar tidak tertinggal dari rata-rata nasional.

“Pertumbuhan investasi kita sudah membaik, tetapi masih perlu akselerasi agar dapat mengejar capaian nasional,” ujar Joko dalam kegiatan Capacity Building Regional Investor Relations Unit (RIRU) di Minahasa Utara, Rabu (17/6/2026).

Menurut data yang dipaparkan, meski tumbuh, realisasi investasi Sulawesi Utara baru mencapai sekitar 18 persen dari target tahunan sebesar Rp12,13 triliun. Kondisi ini menunjukkan masih perlunya percepatan dalam penyiapan dan promosi proyek-proyek investasi yang lebih siap ditawarkan kepada investor.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bersama BI kemudian memperkuat peran Regional Investor Relations Unit (RIRU) sebagai salah satu strategi utama untuk mendorong peningkatan investasi. Unit ini berfungsi mengkurasi proyek-proyek daerah agar memenuhi standar kesiapan investasi sebelum dipromosikan ke pasar.

Penguatan RIRU juga melibatkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta berbagai lembaga nasional seperti Bappenas dan Kementerian Keuangan untuk memperkuat skema pembiayaan proyek.

Sejumlah proyek strategis turut disiapkan, mulai dari kawasan industri perikanan di Kepulauan Sangihe, pelabuhan perikanan di Kepulauan Talaud, layanan kesehatan hemodialisis, hingga proyek transportasi publik Buy The Service (BTS) di Manado yang saat ini menjadi salah satu proyek paling progresif.

Joko menegaskan bahwa peningkatan kualitas proyek menjadi faktor penting dalam menarik minat investor, tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri.

“Ke depan, yang kita dorong bukan hanya jumlah proyek, tetapi juga kualitas dan kesiapan agar lebih kompetitif di pasar investasi,” ujarnya.

Melalui tren yang mulai membaik ini, Pemprov Sulut berharap percepatan implementasi proyek strategis dapat mendorong pertumbuhan investasi yang lebih tinggi dan mendekati bahkan melampaui rata-rata nasional pada periode berikutnya.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *