PLN Tambah Pasokan Energi, Nelayan Pulau Paku Optimistis Produktivitas Meningkat

Morowali, Sulutreview.com – Peningkatan jam operasional listrik di Pulau Paku, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, dari sebelumnya 12 jam menjadi 18 jam membawa harapan baru bagi masyarakat setempat, khususnya para nelayan dan pelaku usaha mikro yang selama ini terkendala keterbatasan pasokan energi.

Peresmian penambahan jam nyala listrik yang dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) bersama Pemerintah Kabupaten Morowali disambut antusias warga karena dinilai akan berdampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi di pulau tersebut.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, mengatakan kehadiran listrik yang lebih lama bukan hanya soal penerangan, tetapi juga menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat kepulauan.

“Dengan tambahan jam operasi ini, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan produktivitas. Sektor perikanan dan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi Pulau Paku akan memperoleh manfaat yang signifikan,” ujarnya.

Selama ini, keterbatasan listrik membuat sejumlah aktivitas ekonomi tidak dapat berjalan optimal. Nelayan, misalnya, masih bergantung pada pasokan es dari luar pulau untuk menjaga kualitas hasil tangkapan. Dengan jam listrik yang lebih panjang, peluang produksi es secara mandiri di Pulau Paku semakin terbuka.

Selain sektor perikanan, pelaku usaha kecil juga diharapkan mampu mengembangkan usaha mereka dengan memanfaatkan ketersediaan listrik pada siang hari. Berbagai peralatan usaha yang sebelumnya sulit dioperasikan kini dapat digunakan lebih maksimal.

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menilai peningkatan layanan kelistrikan ini akan memberikan efek berantai terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Ini bukan hanya tentang listrik yang menyala lebih lama, tetapi tentang peluang ekonomi yang semakin terbuka bagi masyarakat Pulau Paku. Kami berharap sektor usaha dan perikanan dapat berkembang lebih pesat sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan warga,” katanya.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur dasar yang memadai menjadi salah satu kunci percepatan pembangunan wilayah kepulauan. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan PLN akan terus diperkuat untuk mendorong peningkatan layanan hingga target listrik 24 jam dapat terwujud.

Sementara itu, PLN memastikan akan terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem pembangkit maupun jaringan distribusi guna menjaga keandalan pasokan listrik di Pulau Paku.

Dengan tambahan enam jam layanan listrik setiap hari, masyarakat Pulau Paku kini menatap masa depan dengan optimisme baru. Kehadiran energi yang lebih andal diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah kepulauan tersebut.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *