Minahasa, Sulutreview.com – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur, menjadi bagian yang teramat penting dalam kinerja kelembagaan.
Menjawab esensi kebutuhan tersebut Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan Pelatihan Kantor Sendiri (PKS), di Lomban Water Park, Desa Tateli, Kabupaten Minahasa, pada Kamis (23/4/2026).
Strategi ini menjadi tujuan Balitbangda dalam mendukung visi kepemimpinan Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay yang fokus pada peningkatan kualitas SDM sebagai elemen pembangunan daerah yang berkelanjutan.
PKS diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Balitbangda Provinsi Sulut. Di mana peserta mendapatkan pembekalan terkait metode dan sistematika penyusunan policy brief, yang menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pengambilan kebijakan berbasis data dan hasil kajian ilmiah.
“Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk melakukan review terhadap prosedur kajian penelitian yang selama ini dilaksanakan oleh Balitbangda. Terutama dalam memastikan kualitas hasil penelitian agar tetap terjaga serta relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah,” ungkap Kepala Balitbangda Jani Lukas.
Ia menyampaikan bahwa penguatan kapasitas ASN dalam menyusun policy brief sangat penting di tengah tuntutan kerja yang semakin kompleks.
“Policy brief bukanlah saja tentang dokumen ringkas, tetapi menjadi jembatan antara hasil penelitian dan kebijakan publik. Untuk itu, ASN dituntut terampil dalam menyajikan rekomendasi yang tajam, berbasis data, dan mudah dipahami oleh pengambil keputusan,” tukasnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa kegiatan PKS merupakan langkah strategis dalam membangun budaya belajar di lingkungan kerja.
“Melalui PKS, kita dapat membangun ekosistem kerja yang kolaboratif dan inovatif. Hal ini penting agar Balitbangda mampu menjadi motor penggerak kebijakan berbasis riset di daerah,” sebutnya.
Pelaksanaan PKS ini, diharapkan menjadi wujud inovasi internal Balitbangda karena dilaksanakan tanpa membebani anggaran kantor. “Konsep pelatihan mandiri ini memanfaatkan sumber daya yang ada, baik dari sisi tenaga pengajar maupun fasilitas, sehingga tetap efisien namun berdampak optimal,” katanya sembari menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh ASN dalam kegiatan ini.
“Melalui semangat kebersamaan dan kemauan untuk belajar, kita dapat menciptakan perubahan yang signifikan dalam kualitas kerja,” tandasnya.(hilda)













