Manado, Sulutreview.com – Pemerintahan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay telah mencatatkan usia setahun. Apa saja capaian kinerja yang ditorehkan keduanya selama memimpin di Bumi Nyiur Melambai.
Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay yang mengawali kepemimpinan pada 5 Maret 2025, dengan fokus pada sejumlah sektor strategis yang menunjukkan perkembangan yang signifikan, dimulai dari ekonomi, tata kelola pemerintahan, hingga pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
“Dari sisi ekonomi, Sulut berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,66 persen. Diikuti dengan penerapan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang mengalami kenaikan sebesar 6,01 persen. Harapannya, mampu memperkuat daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi daerah,” jelas Gubernur Yulius.
Pemerintah provinsi juga berhasil merampungkan peraturan daerah (perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sempat lama tertunda dalam kurun waktu tujuh tahun, sekaligus juga memperbaiki administrasi aset daerah hingga memperoleh Opini A dari BPK RI.
Lebih lanjut, dari sektor investasi dari INA Group Jepang, telah membuka peluang pengembangan industri baru sebagai upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Tak kalah pentingnya, kemajuan juga terlihat di sektor pendidikan dan kesehatan. Di mana Universitas Negeri Manado (Unima) kini memiliki Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian yang diharapkan dapat mencetak tenaga profesional untuk mendukung pembangunan daerah di masa depan.
Selain itu, untuk bidang layanan medis Digital Subtraction Angiography (DSA), pertama kali dihadirkan di Sulut, yang juga memperkuat layanan rujukan kesehatan di provinsi ini.
Di bidang pendidikan sekolah menengah, yakni melalui Expo Inovasi SMU dan SMK se-Sulut, telah mewadahi pelajar untuk menampilkan kreativitas serta mendorong lahirnya ide-ide inovatif.
Pengembangan di sektor infrastruktur dan pariwisata juga menggeliat dan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Hal itu ditandai dengan dibukanya penerbangan langsung internasional dari Korea, Taipei, Jepang, dan China yang semakin mengokohkan konektivitas Sulut dengan berbagai negara.
Tercatat, sejumlah destinasi wisata unggulan seperti Bukit Kasih, Sumaro Endo, dan Museum Sulut juga mengalami sentuhan revitalisasi, yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun inteenasionanl.
“Kemajuan ini. memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM dan industri kreatif,” ucap Gubernur Yulius.
Upaya pelestarian budaya daerah, termasuk pengembangan musik kolintang menuju pengakuan UNESCO, turut memperkuat identitas budaya Sulawesi Utara di tingkat internasional.
“Pemerintah provinsi juga secara terus menerus ikut mendorong pemerataan pembangunan serta perlindungan sosial bagi masyarakat,” sebutnya.
Khusus untuk program penyediaan listrik 24 jam, kini telah menjangkau sejumlah wilayah kepulauan seperti Gangga, Mantehage, Nain, Buhias, dan Kakorotan, sehingga aktivitas pendidikan dan perekonomian warga dapat dilangsungkan.
Pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan sosial serta melakukan respons cepat terhadap bencana banjir dan longsor yang melanda Manado dan Sitaro.
Selain itu, jaminan sosial bagi rohaniawan, atlet, dan seniman juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kelompok-kelompok yang berperan penting dalam kehidupan sosial masyarakat.
Memasuki satu tahun masa pemerintahan, berbagai capaian tersebut menjadi dasar kuat bagi transformasi pembangunan Sulut.
“Pembangunan di Sulawesi Utara tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pada penguatan struktur sosial, ekonomi, dan budaya secara berkelanjutan. Dengan pendekatan pembangunan yang terukur dan inklusif, Sulawesi Utara diarahkan untuk menjadi daerah yang semakin produktif, kompetitif, serta menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai fokus utama kebijakan,” ungkap Yulius.
Acara setahun kepemimpinan yang berlangsung sederhana namun meriah ini mengombinasikan nuansa religius, pelestarian budaya, serta pemaparan capaian kinerja yang menjadi tonggak awal transformasi Sulut.
Rangkaian acara dibuka dengan ibadah syukur sebagai ungkapan terima kasih atas penyertaan Tuhan selama setahun masa bakti.
Puncak prosesi ditandai dengan pemasangan dan peniupan lilin oleh Gubernur Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay.(hilda)













