Aceh, Sulutreview.com – Di tengah upaya pemulihan pascabencana longsor dan banjir yang melanda Aceh, secercah harapan hadir bagi masyarakat. PLN tak hanya bergerak cepat memperbaiki jaringan listrik yang terdampak, tetapi juga menyalurkan bantuan logistik dan genset untuk memastikan aktivitas warga tetap berjalan, termasuk kegiatan ibadah yang sebelumnya terkendala.
Salah satu titik yang menerima bantuan genset adalah Mesjid Al Ghafur di Kabupaten Aceh Besar. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh jajaran pimpinan PLN: Direktur Distribusi Arsyadany Ghana Akmalaputri, Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan Evy Haryadi, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem Edwin Nugraha Putra, serta Ketua Yayasan Baitul Maal Pusat, Sulistyo Biantoro.
Tengku Muhammad Rijal, Kepala Badan Kesejahteraan Mesjid Al Ghafur, menyampaikan rasa haru dan syukur atas bantuan tersebut. Menurutnya, genset yang diberikan PLN sangat membantu masyarakat saat listrik belum sepenuhnya normal.
“Bantuan genset ini sangat berarti bagi kami. Dengan adanya genset, kegiatan ibadah tetap dapat berlangsung meski kelistrikan belum sepenuhnya pulih. Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan PLN kepada masyarakat Desa Gani,” ujarnya.
Di momen penyerahan bantuan, Direktur Distribusi PLN Arsyadany Ghana Akmalaputri menegaskan bahwa hadirnya PLN di Aceh bukan sekadar untuk memperbaiki jaringan listrik, tetapi juga untuk memberikan dukungan kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
“Kami memahami betapa berat dampak banjir bagi masyarakat. Karena itu, PLN berkomitmen hadir tidak hanya melalui perbaikan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga melalui bantuan langsung yang diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan pascabanjir dan meringankan beban warga,” ungkapnya.
Selain memenuhi kebutuhan listrik darurat, PLN juga memperluas jangkauan bantuan melalui kerja sama dengan Komando Daerah Militer Iskandar Muda.
Empat dapur umum didirikan di wilayah Bireun, Aceh Utara, Bener Meriah, dan Singkil untuk memastikan warga, terutama mereka yang masih berada di pos pengungsian, mendapatkan akses makanan yang layak setiap hari.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa dalam situasi bencana, prioritas utama PLN adalah memastikan kebutuhan mendesak masyarakat terpenuhi, baik dari sisi listrik maupun logistik.
“PLN selalu berada di sisi masyarakat dalam kondisi apa pun. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk kepedulian untuk membantu warga mempercepat pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Bencana longsor dan banjir sebelumnya menyebabkan 12 tower transmisi roboh dan mengganggu suplai listrik di Aceh. Untuk mempercepat penyalaan kembali sistem kelistrikan, sekitar 500 petugas gabungan PLN dari berbagai daerah diterjunkan membangun tower darurat.
Upaya pemulihan dilakukan siang dan malam, bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Semua langkah ini dijalankan PLN dengan satu tujuan: mengembalikan kehidupan masyarakat Aceh agar bisa kembali berjalan aman, nyaman, dan penuh harapan.(hilda)













