Bitung, Sulutreview.com– Kamis (30/04/2026) Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus SE meninjau langsung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berada di perbatasan Kelurahan Sagerat dan Manembo-Nembo dan Tanjung Merah
Pada kunjungan ini, kedatangan Gubernur disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka S.Sos bersama Plt Asisten II Michael Sondakh serta Kadis DPMPTSP Ir Pingkan Sondakh serta Direksi Perumda Air Minum Duasudara dan MSM (Membangun Sulut Maju).
Saat masuk di dalam Kantor DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu)
Gubernur diperlihatkan dengan denah wilayah kawasan KEK.
Gubernur langsung berdiskusi dengan Kadis DPMPTSP Pingkan Sondakh dan Direksi MSH terkait ekosisitem yang ada di KEK ini.
Menurut Pingkan bahwa perusahaan yang sudah masuk di Tenant masih 14 Perusahaan yang lainya belum bergabung.
Usai berdiskusi panjang lebar, Gubernur langsung beranjak meninjau jalan yang baru dibangun.
Disana Gubernur juga menanyakan kesiapan ekosistem sarana penunjang misalnya air bersih listrik dan lainya. Sebab menurut YSK di wilayah lain KEK itu memberikan kemudahan kepada investor dari semua fasilitas sehingga Investor merasa nyaman untuk menanamkan modal berinvestasi. Dan itu harus dilakukan oleh KEK di Bitung.
YSK pun memanggil Direktur Perumda Air Minum dan PLN serta balai jalan nasional untuk mempertanyakan kesiapan dalam menunjang KEK di Bitung sebagai sektor strategis Nasional di wilayah Indonesia Timur.
Fokus utama dalam kunjungan ini adalah memastikan kesiapan fasilitas pendukung, terutama pasokan listrik dan air bersih, yang dinilai menjadi faktor krusial dalam menarik minat investor.
Kepada sejumlah wartawan, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi terhadap peran pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, yang telah berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan KEK Bitung.
“KEK ini adalah daya saing daerah. Kalau suatu daerah tidak punya KEK, kemungkinan besar investor akan malas datang. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya BPJN Sulut, yang telah membantu pembangunan jalan. Sekarang terlihat sangat bagus dan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengusaha,” ujar Gubernur YSK.
Menurutnya, kualitas infrastruktur yang semakin baik telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat investasi.
Hingga tahun 2026, nilai investasi yang telah masuk ke KEK Bitung tercatat mencapai sekitar Rp10,5 triliun, dan diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan pengembangan berbagai sektor industri.
Salah satu rencana strategis yang tengah disiapkan adalah pembangunan pabrik pala yang akan dikelola oleh pemerintah daerah dengan menggandeng pihak ketiga.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi produk lokal yang selama ini dinilai belum optimal.
“Kita akan bangun pabrik pala di KEK Bitung ini sebagai bagian dari hilirisasi. Selama ini kita belum maksimal dalam pengolahan hasil daerah. Ini menjadi prioritas kami ke depan,” tambahnya.
Selain sektor perkebunan, sejumlah sektor lain seperti perikanan dan industri pengalengan juga telah menunjukkan perkembangan signifikan.
Bahkan, menurut Gubernur YSK, sejumlah investor telah masuk dalam daftar tunggu (waiting list) untuk berinvestasi di kawasan tersebut.
Lebih lanjut, Yulius Selvanus menegaskan bahwa KEK Bitung memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekspor-impor di Indonesia Timur.
Dengan fasilitas yang terus dikembangkan, aktivitas perdagangan internasional tidak lagi harus melalui kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya.
“Sekarang ekspor-impor sudah bisa langsung dari Bitung. Bahkan sudah berjalan ke Jepang dan China. Kami juga memberikan berbagai insentif dan diskon agar pelaku usaha tertarik menggunakan Bitung sebagai jalur perdagangan,” jelasnya.
Ia berharap KEK Bitung dapat berkembang menjadi hub ekspor-impor atau pusat perdagangan internasional yang mampu meningkatkan aktivitas ekonomi, khususnya dalam pertukaran barang dan jasa antar negara.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pun menargetkan peningkatan investasi secara berkelanjutan, dengan memanfaatkan keunggulan geografis Bitung sebagai pintu gerbang kawasan Asia-Pasifik.(zet)













