Aceh, Sulutreview.com — Upaya memulihkan aliran listrik di Aceh setelah banjir bandang dan longsor terus dikebut. Pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, TNI, Polri, hingga PLN bergerak bersama, memastikan bantuan dan penanganan darurat benar-benar sampai kepada warga yang terdampak.
Di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh, pada 30 November, personel PLN bersama TNI Angkatan Darat terlihat bahu-membahu mengangkut material tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) ke atas truk.
Material penting ini nantinya akan dikirimkan ke titik pembangunan emergency tower, terutama di lokasi tower SUTT yang rusak namun masih bisa dijangkau melalui jalur darat.
Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa distribusi bantuan logistik menjadi prioritas, mengingat masih banyak wilayah yang terisolasi dan membutuhkan pertolongan secepatnya.
“Prioritas utama pemerintah saat ini adalah mendorong masuknya logistik bagi masyarakat, mulai dari bahan makanan, pakaian, hingga obat-obatan. Semua bantuan ini akan didistribusikan menggunakan alutsista TNI ke titik-titik terdampak,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya percepatan pemulihan listrik bagi warga yang kini masih berjuang memulihkan kehidupan mereka pascabencana. Sjafrie mengapresiasi respons cepat PLN di lapangan dan mendorong agar pemulihan dilakukan semaksimal mungkin.
“Langkah pertama adalah memperkuat mobilitas udara. Semua logistik kita konsentrasikan. Listrik harus segera hidup dalam waktu singkat. Kita akan menambah dukungan helikopter. Evakuasi darat dan udara harus dipercepat,” tegasnya.
Upaya lintas sektor ini diharapkan dapat membawa harapan baru bagi masyarakat yang terdampak, sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas sehari-hari di Aceh. (hilda)













