Manado, Sulutreview.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kunjungan kerja di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (25/11/2025).
Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo, pada mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Sulut dalam upaya memperkuat integritas birokrasi. Ia berharap, akan terbangun tata kelola pemerintahan yang bersih.
“Keberhasilan pemberantasan korupsi, bukan semata bertumpu pada langkah penindakan, namun lebih kepada pendidikan dan pencegahan efektif,” ujar Ibnu, pada Rapat Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi Pemerintah Daerah dan Peningkatan Integritas di Ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulut, padad Rabu (26/11/2025).
Menurut Ibnu, KPK terus mendorong semangat kolaborasi di lintas sektor, tujuannya dapat menekan angka korupsi.
“Terutama dengan penguatan pendampingan. Namun lebih penting adalah edukasi dan supervisi kepada pemerintah daerah,” tukasnya sembari meyakino, bahwa kerja sama yanh baik dan konsisten bahkan terarah akan menciptakan ekosistem kinerja pemerintahan yang bebas korupsi.
“Melalui pertemuan rakor ini, diharapkan akan menjadi pendorong terciptanya budaya antikorupsi,” tandasnya.
Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay yang mewakili Gubernur Yulius Selvanus mengatakan pelaksanaan rakor menjadi sarana konsolidasi antara pemerintah daerah dan KPK, untuk menghadirkan
tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan berintegritas.
“Terima kasih kepada KPK yang
memperkuat sistem pencegahan korupsi, sebagai bentuk pendampingan pemerintah daerah,” katanya.
Kolaborasi yang terjalin, sebut Mailangkay akan memunculkan energi positif, yakni antara pemerintah daerah dan KPK. Sehingga mampu mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan.
“Rakor ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi sebagai bentuk keseriusan untuk memperbaiki, memperkuat sistem pencegahan korupsi dan menyelaraskannya,” sebutnya.
Lebih dari itu, Mailangkay mengatakan bahwa mengedepankan integritas adalah napas pemerintahan yang sehat. Sebab, pembangunan tidak akan terlaksana tanpa integritas. Demikian juga dengan pencegahan dan pemberantsan korupsi menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan rakyat.
Mailangkay bilang korupsi adalah musuh bersama hang telah merampas hak rakyat.
“Bahkan lebih dari itu, akan menjadi penghambat kemajuan daerah. Untuk itu, perlu dibangun kesadaran yang tinggi, yang dimulai dari diri sendiri,” pungkasya.
Turut hadir, Sekjen KPK Cahya Harefa, Ketua DPRD Sulut Andi Silangen, Koordinator dan Supervisi KPK Wilayah IV, Eddy Suryanto.(hilda)













