Belém, Sulutreview.com – PT PLN (Persero)
menawarkan dua produk utama berbasis _green attributes_ untuk mendukung dekarbonisasi perusahaan.
Pertama, Unit Karbon, yang memungkinkan perusahaan mengimbangi emisi gas rumah kaca mereka melalui proyek pengurang atau penyerap emisi melalui skema sertifikasi domestik dan internasional yang kredibel.
Kedua, _green energy as a service_, termasuk _Renewable Energy Certificate_ (REC) dan _Dedicated Green Energy Sources_, yang memberikan akses langsung ke listrik bersih dan stabil dari aset infrastuktur PLN.
Dikatakan Direktur Teknologi, Engineering dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi,
dengan kedua produk ini, perusahaan dapat merencanakan strategi jangka pendek maupun panjang untuk mencapai target NZE secara efektif.
“Produk utama kami dalam pengelolaan atribut hijau adalah Unit Karbon dan _Renewable Energy Certificate_. REC membantu pelaku usaha memiliki pengakuan resmi dan transparan bahwa listrik yang digunakan berasal dari energi baru terbarukan. Instrumen ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas kepatuhan, tetapi juga membuka peluang percepatan dekarbonisasi di berbagai sektor industri,” jelas Evy.
PLN bersama Pemerintah, sambung Evy, kini mengambil peran baru sebagai katalis dan akselerator pasar karbon untuk mempercepat transisi energi dan mendorong kolaborasi lintas negara dalam mitigasi perubahan iklim.
“Dunia tengah bergerak dengan langkah tegas menuju target _Net Zero Emissions_, dan Indonesia tidak terkecuali. PLN telah berkomitmen mencapai _Net Zero Emissions_ pada 2060, sejalan dengan target nasional dan Paris _Agreement_. Untuk mencapai kolaborasi bukanlah pilihan melainkan sebuah keharusan,” tutur Evy.(hilda)













