Minut  

Kejari Minut Dukung Pengembangan Kelompok UMKM dan Budaya Desa Maumbi

Minut, Sulutreview.com – Dalam rangkaian memperingati HUT Kejaksaan Ke-80, Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Utara (Kajari Minut), I Gede Widhartama SH, MH bersama jajaran ikut memantau pengembangan kelompok UMKM dan kelompok Budaya di Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat, Minut.

Kelompok UMKM “Maumbi Maju” dan Kelompok Budaya “Wailan” merupakan Kelompok binaan Instansi baju coklat tersebut.

Kegiatan kali ini dipusatkan di balai Desa Maumbi, Rabu (20/08/25) turut disaksikan Kepala Dinas Pemdes Frederik Tulengkey mewakili bupati Minut, Kumtua Yan Abraham Enoch, Ketua TP-PKK Desa Maumbi Feibby Wangania, Pengurus BPD serta perangkat Desa Maumbi.

Kajari Minut I Gede Widhartama SH, MH menghaturkan rasa syukur buat Kumtua Yan Enoch beserta jajaran, karena kali ini Kejaksaaan Negeri Minahasa Utara menjadikan Desa Maumbi sebagai tempat kegiatan.

“Kami sangat bangga, kedatangan kami disambut tarian kabasaran. Tarian ini yang merupakan simbol untuk menyambut seorang pemimpin,” sebut Kajari Minut.

Dijelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan rangkaian memperingati hari lahir Kejaksaan ke-80, yang puncaknya nanti dirayakan tanggal 2 September 2025.
Di tahun 2025 ini, tema yang diangkat mengedepankan hal-hal bersifat sosial dan lingkungan.

“Sebelumnya, kami telah membersihkan sampah di Gunung Klabat, kemarin bersama bupati lakukan giat penanaman pohon Ketapang di Bendungan Kuwil. Minahasa Utara memiliki wisata budaya yang tinggi, wilayahnya pun sangat indah. Ada gunung, bukit, laut semua ada di Minahasa Utara. Tinggal peran Pemda dan masyarakat untuk bisa mengelola aset budaya yang ada di Minut. Jangan sampai kita mengikuti kemajuan zaman, kita lupa akan adat dan budaya.
Semua itu perlu kolaborasi dari pemerintah setempat, pemerintah desa dan pengurus adat,” pesan Kajari Minut.

“Di kesempatan ini, kami akan memberikan uang pembinaan UMKM dan uang pembinaan budaya. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian.
Kegiatan ini bukan saja kegiatan ceremonial tetapi bisa memiliki sanggar budaya binaan Kejaksaan yang bisa tampil saat ada tamu,” sebut Kajari Minut I Gede Widhartama.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Maumbi. Karena Desa ini menyimpan banyak aset, baik kuliner maupun budayanya. Desa Maumbi merupakan pintu gerbang, diapit Kota Manado dan Kota Bitung,” tambah Widhartama.

Sementara Kadis Pemdes Frederik Tulengkey dalam sambutannya mengatakan, mewakili Pemerintah dan Jajaran Kejaksaan hadir di Desa Maumbi sekaligus memperingati 3 momen penting, yakni Peringatan HUT Desa
Maumbi Ke-404 tahun, Pasca peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 tahun, sekaligus menyongsong HUT Kejaksaan ke-80 tahun.

“Desa Maumbi sudah 4 dekade, yang bearti sarat dengan budaya.
Hadir kali ini pak Kajari asal orang Bali, kita tahu betul orang Bali sangat mencintai kegiatan budaya. Diketahui Desa Maumbi juga memiliki ‘Waruga’ atau tempat makam orang Minahasa di zaman dulu,” ujar Fredrik Tulengkey.

Lanjutnya, dalam rangkaian HUT Kejaksaan, kemarin Jajaran Kejari Minut lakukan kegiatan tanam pohon di bendungan Kuwil, hari ini penyerahan bantuan dan masih ada lagi kegiatan lainnya di Minahasa Utara.

“Ini kami sampaikan supaya masyarakat memahami bahwa kedatangan Kejaksaan bukan ada apa tetapi Jaksa adalah sahabat Desa,” tambah Kadis Pemdes.

Kegiatan ini juga dihadiri Kadis Pariwisata yang diwakili, Camat Kalawat, Kacab BRI Bitung Minut Ronald Pinontoan, Kasi Intel, Kasi Datun, Ketua dan anggota UMKM Desa Maumbi, pimpinan tarian Cakalele Desa Maumbi. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *