Manado, Sulutreview.com – Ketua Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Berty Kapojos yang didampingi oleh Nick Adicipta Lomban membuka Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) 1 Sulut.
RDP tersebut dilaksanakan di ruang rapat komisi 3 gedung DPRD Sulut, Selasa (24/6/2025).
Adapun digelarnya rapat tersebut yakni untuk mendapatkan koordinasi informasi terkait program yang telah dilaksanakan pada semester 1 tahun 2025 serta mendapatkan informasi terkait pembangunan tanggul pemecah ombak di kecamatan Ranoyapo, kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Kepala Seksi (Kasie) KPI BWSS1, Silvana Pangou dalam rapat tersebut menginformasikan kepada anggota – anggota komisi 3 yang hadir dalam rapat tersebut terkait pagu yang ada di Balai Sungai.
“Pagu yang ada di balai sungai, yakni pagu awal 786 milliar dan sampai sekarang pagu yang baru terbuka blokir 526,2 Milliar,” sebut Pangou.
Dan untuk pemaparan pembangunan bangun pemecah ombak di kecamatan Ranoyapo dan Kecamatan Lopana dipaparkan langsung oleh PJSA BWSS1, Alfon Palisuyan.
“Data dari paket tersebut BWSS1 sudah melaksanakan kontrak dengan nilai kontrak 35 milliar sekian dan waktu pelaksanaan 224 hari kalender sampai di akhir tahun ini, penyedia jasa PT. Bangun Jaya Sopam dan lokasi pekerjaan ada di 2 tempat, yakni di desa Lopana dan Desa Ranoyapo, yang terkait menjadi perihal yang akan kita diskusikan pada siang hari ini yaitu pembangunan bangunan pemecah ombak di desa Ranoyapo,” kata Palisuyan.
Amir Liputo dalam kesempatan tersebut mempertanyakan terkait progres penanganan banjir terhadap warga di sepanjang bantaran sungai Mahawu dan Bailang.
“Atas nama masyarakat kota Manado, adakah progres untuk penanganan kami di Mahawu dan Bailang, tadi di paripurna saya sudah mengingatkan pak Gubernur Yulius Selvanus karena pak Gubernur sendiri yang sampaikan akan segera mengambil langkah – langkah agar tidak lagi banjir yang merendam warga masyarakat,” ungkap Liputo.
Lanjutnya lagi menyampaikan bahwa banjir yang terjadi dikelurahan Bailang dan Mahawu tidak hanya terjadi setahun tapi setiap kali hujan dua kelurahan tersebut terendam banjir.
Anggota komisi 3 yang hadir dalam kegiatan tersebut, Amir Liputo, Royke Roring, Haslinda Rotinsulu, capt. Reamly Kandoli, Tony Supit, Ronald Sampel dan Frangky Mamesah.(lina)













