Manado, Sulutreview.com – Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus melepas ekspor perdana teripang susu, ke Amerika Serikat di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, pada Sabtu (19/4).
Ekspor tersebut merupakan babak baru dalam perjalanan ekspor hasil laut berstandar internasional dari Sulawesi Utara.
Sebanyak 273 kilogram teripang susu yang merupakan hasil budidaya lokal dikirim melalui eksportir CV. Buka-Buka Island, dalam pengiriman perdana sebagai tonggak penting sektor perikanan berkelanjutan dan berorientasi global.
Ekspor perdana teripang susu ini, merupakan pencapaian besar yang mewakili sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha lokal, dan komunitas nelayan serta pembudidaya. Di mana produk yang diekspor bukan berasal dari hasil tangkapan alam liar, melainkan dari budidaya berkelanjutan yang telah memenuhi standar kualitas dan keamanan ekspor internasional.
Pada kesempatan itu, Gubernur Yulius Selvanus mengungkapkan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam memperkuat sektor ekspor komoditas kelautan.
Menurutnya, bahwa dukungan pemerintah tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan berlanjut dalam bentuk fasilitasi pelatihan, pembiayaan, pendampingan teknis, dan pencarian pasar ekspor berkelanjutan.
“Pemprov akan memperkuat sistem rantai pasok dan infrastruktur logistik. Kami juga menggandeng Balai Karantina, Bea Cukai, serta pihak bandara untuk memastikan proses ekspor berjalan lancar dan efisien,” ujar gubernur.
Pemerintah juga tengah mengembangkan pusat riset dan pengembangan perikanan budidaya di berbagai wilayah pesisir untuk mendorong inovasi, produktivitas, dan peningkatan mutu komoditas laut Sulut.
Diketahui, salah satu perhatian utama dalam ekspor hasil laut adalah aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. Teripang merupakan salah satu spesies laut yang masuk dalam pengawasan konservasi. Namun, dengan pendekatan budidaya legal, penggunaan benih terkontrol, serta praktik ramah lingkungan, ekspor dapat dilakukan tanpa merusak ekosistem laut.
Dikatakan Gubernur Yulius Selvanus, ekspor yang dilakukan bukan sekadar ekspor, melainkan sebagai simbol kebangkitan ekonomi kelautan Sulawesi Utara. “Produk kita bukan hanya bernilai tinggi, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal dan tanggung jawab terhadap alam,” ujarnya.
Pelepasan ekspor teripang susu ke Amerika Serikat ini menjadi awal dari langkah panjang Sulawesi Utara menuju panggung global, membawa semangat inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan sebagai fondasi masa depan ekonomi biru Indonesia Timur.
Direktur CV. Buka-Buka Island, Patricia Tumbelaka, mengatakan bahwa ekspor merupakan hasil perjuangan panjang dan kolaboratif. “Ini bukan proses instan. Butuh waktu, dedikasi, serta pengawasan mutu dari hulu ke hilir. Terima kasih kepada para nelayan dan pembudidaya lokal yang telah bekerja keras dengan penuh semangat,” ujar Patricia.
Menurutnya, pencapaian ini menjadi cermin potensi besar Sulut dalam menembus pasar ekspor dengan produk laut premium yang ramah lingkungan dan memiliki daya saing tinggi.
Amerika Serikat dipilih sebagai negara tujuan ekspor bukan tanpa alasan. Negara adidaya tersebut dikenal memiliki pasar luas dan permintaan tinggi terhadap produk hasil laut, terutama yang memiliki nilai tambah dalam aspek kesehatan dan gizi. Teripang susu, yang kaya akan kolagen, protein, dan zat bioaktif, menjadi komoditas yang digemari di pasar makanan kesehatan dan pengobatan alternatif, yang saat ini tengah naik daun di kawasan Barat.
“Pasar Amerika adalah pasar yang menantang namun sangat menjanjikan. Teripang susu dari Sulut memiliki keunikan, kualitas, dan sertifikasi yang membuatnya bisa bersaing. Ini peluang besar untuk devisa daerah dan pemberdayaan masyarakat pesisir,” jelas Patricia.
Dari sisi nilai ekonomi, pengiriman 273 kilogram teripang susu kering premium ini diperkirakan bernilai lebih dari Rp500 juta di pasar internasional. Jumlah ini belum termasuk potensi pengiriman lanjutan yang saat ini sedang dijajaki dengan negara lain seperti Kanada dan beberapa negara Eropa Barat.(hilda)













