Manado, Sulutreview.com – Kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw (OD-SK) selama dua periode telah meninggalkan berbagai capaian sehingga daerah ini maju pesat.
Menurut Olly, perjalanan HUT ke-60 Provinsi Sulut yang dibarengi dengan berakhirnya masa jabatan OD-SK yang sudah dua periode menjalankan tugas tanggung jawab, telah sesuai dengan amanat UU.
“Bahwa gubernur dan wagub harus menyelesaikan visi dan misi pada saat mencalonkan sebagai gubernur, dan saya bersama Pak Steven punya 5 visi misi dalam melanjutkan pemerintahan Sulut,” tukasnya dalam paripurna DPRD Sulut, dengan agenda HUT ke-60 Provinsi Sukut pada Selasa (23/09/2024).
Visi pertama, adalah peningkatan kualitas manusia Sulut, terbacan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menyentuh angka 75,04, sehingga berhasil meraih peringkat keenam secara nasional.
“Artinya tugas tanggung jawab kita peningjatan kualitas manusia bisa kita laksanakan dengan baik,” ujarnya sembari menambahkan bahwa indikatornya dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Indikatornya juga kita bisa lihat dari indeks pembangunan gender yang mencapai 95,06 menempatkan Sulut di posisi ketiga. Hal itu terlihat dari peran perempuan di semua lini. Termasuk sebagian besar anggota DPRD, juga perempuan. Juga petinju yang dapat medali emas juga perempuan,” ungkap Olly memberikan apresiasi.
Terkait indikator gini ratio di Sulut, sebut Olly, ada di angka 0,36 artinya perbedaan yang kaya dan miskin semakin mendekat. Begitu juga dengan kemiskinan.
“Jadi kita anomali kemiskinan, ini sesuai dengan harapan Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan. Sehingga kemiskinan di Sulut turun. Pengangguran terbuka juga 5,96 persen,” ujarnya.
Dalam bidang pendidikan Sulut, juga dapat anugerah Merdeka Belajar dari Kemendikbudristek. Di mana tahun sebelumnya mendapatkan penghargaan Kihajar.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Sulut juga sedang mengirim lulusan SMK ke Jepang dalam dua group, kurang lebih ada 142 orang.
“Sulut mempunyai SMK sehingga sangat bermanfaat bagi tenaga-tenaga muda untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kita juga membangun sekolah-sekolah yang baru, terakhir kita membangun SMA Negeri 1 Airmadidi,” ujarnya.

Selain itu, Provinsi Sulut, juga meraih penghargaan Provinsi Layak Anak.
“Kita juga sedang melakukan universal coverage sehingga mendapatkan penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan. Untuk bidang kesehatan, kita juga dapat penghargaan karena hampir 95 persen warga Sulut telah menjadi peserta BPJS Kesehatan sehingga sangat berdampak dalam IPM kita ke depan,” rincinya.
Pelayanan dasar bagi masyarakat termasuk pelayanan tentang kesehatan dan pendidilan, sambung Olly telah tertuang dalam visi misi pertama yang kita telah dituntaskan.
“Kita sudah tuntaskan termasuk membangun rumah sakit daerah, pusat kesehatan ibu dan anak, rumah sakit khusus infeksi dan rumah sakit khusus mata juga rumah sakit gangguan jiwa.
“Rumah sakit jiwa ini dibangun di tempat yang baik, dengan pemandangan yang indah, sehingga mereka yang sakit bisa cepat sembuh,” ucapnya.
Visi misi kedua, peningkatan ekonomi yang bertumpu pada industri pertanian, perikanan dan pariwisata dan ini sangat penting. Karena pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun di atas rata rata nasional. Ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa pertumbuhan ekonomi di atas rata rata nasional.
BPS sebagai mitra strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, sehingga Sulut menerima reward insentif fiskal sebesar Rp51,94 miliar.
“Mudah-mudahan pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan dan semoga ada peningkatan terus sehingga kita dapat mengendalikan inflasi secara nasional,” ujarnya.
Adapun untuk capaian investasi di provinsi, juga berada di atas rata-rata, sehingga turut meningkatkan ekonomi masyarakat, diikuti nilai tukar petani yang bertambah terus.
“Kita baru-baru ini juga mendapatkan Merdeka Award, karena inovasi pertanian.
Daerah kita saat ini, telah swasembada beras, termasuk peningkatan tanaman jagung. Ini juga tidak lepas dari andil TNI AD yang ikut menanam jagung. Ini dampak yang biak bagi pertanian Sulut. Hasil program pertanian mendapat perhatina provinsi tetangga,” tukasnya.
Ketiga, pembangunan infrastruktur dan perluasan konektivitas. Tentu secara langsung bisa dilihat dalam pembangunan di Sulut, dari tahun 2016 sampai saat ini, bisa membangun dua bendungan untuk pengendalian banjir dan penambahan. Yakni Kuwil dan Lolak.
“Pembangunan bendungan khusus untuk masyarakat Manado, untuk mengantisipasi tejadinya banjir, yang pernah melanda pada tahun 2014. Di mana hampir dua bulan tidak bisa ada aktivitas ekonomi. Puji Tuhan sampai hari ini banjir mulai dapat dikendalikan,” ungkapnya.
Begitu juga pembangunan jalan tol dan jalan-jalan untuk daerah pertanian di Bolmong dan Minahasa telah dinikmati masyarakat.
Selanjutnya, untuk perluasan konektivitas, di mana pada tanggal 1 September 2024, baru buka penerbangan baru Air Asia dengan rute penerbangan Kinabalu, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea, dan Cina.
“Ada 4 provinsi yang akan langsung buka penerbangan. Mudah-mudahan ke depan kita lagi merintis ke Hongkong, Taiwan dan Australia. Mudah-mudahan gubernur yang akan datang benar-benar sangat memahami apa yang akan dilanjutkan yang sudah dirintis oleh OD-SK,” harapnya.
Lanjut, ungkap Olly, bahwa OD-SK sudah membangun hampir seluruh pulau di Provinsi Sulut, dan rata-rata ada bandara. Seperti, Bolmomg dan Miangas.
Sulut juga telah membuka akses ekspor impor langsung dari pelabuhan Bitung. Kerja sama dengan pelayaran kontainer setiap bulan 2 kali lewat pelabuhan Bitung.
“Sejak saya menjadi gubernur, saya terinspidasi dari Doktor Sam Ratulangi bahwa posisi Provinsi Sulut adalah posisi yang sangat strategis, dari sisi geopolitik, karena berada di bibir Pasifik. Sehingga ke depan Sulut akan menjadi tumpuan ekonomi. Jarak tempuh Provinsi Sulut dengan daerah pasifik sangat dekat. Ini yang sangat berdampak untuk melakukan terobosan yang baru, sehingga banyak orang yang mau datang berivestasi,” jelasnya.
Misi keempat, menjaga kerukunan di Provinsi Sulut sehingga selama 6 tahun ini kita mendapatkan penghargaan dari Wapres, karena program perlindungan sosial pekerja keagamaan yang berdamoak sangat positif bagi seluruh pekerja keagamaan.
“Mereka kita ikutkan asuransi tenaga kerja. Ini sangat berdampak begitu juga, petani penggarap dan buruh kita ikutkan program Pesona perlindungan sosial bagi petani.
Keagamaan dengan program Perkasa ini berdampak positif. Karena sangat inovatif, mudah-mudahan pemerintah ke depan juga secara nasional meng-cover kegiatan ini.
Misi kelima, pemerintah yang baik dan bersih yang didukung dengan sinergitas daerah telah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Keuangan dengan keuangan terbaik dari BPK.
“Sejak kita menjabat sampai hari ini, kita mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian dari program pengendalian gratifikasi dari KPK kita mendapat peringkat pertama nasional. Dari sistem penerapan data sistem informasi dan dari BKN kita juga mendapatkan penghargaan 3 kategori pada BKN award, kita mendapatkan peringkat pertama untuk merit sistem dari KSN,” rincinya.
Sebagai pemimpin yang proaktif dalam pembangunan Olly juga mendapatkan penghargaan Pena Mas dari PWI.
“Karena apa yang kita lakukan hasil dari pantauan dan kita lakukan bersama dalam visi OD-SK . Karena apa yang kita rencanakan kita buat. Apa yang kita katakan harus kita tuntaskan satu kata satu perbuatan sehingga berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Di tengah capaian, OD-SK juga harus menghadapi bencana, di mana terdapat 150 kepala keluarga yang harus direlokasi.
“Tetapi karena pasangan saya Pak Steven Kandouw orang yang memiliki kepedulian sangat tinggi, telah memberikan lahan kurang lebih 3 hektar di Minsel.
Demikian juga dengan pembangunan rumah sakit Sam Ratualngi ada 3 hektar yang diberikan Steven Kandouw.
“Ini tidak pakai dana APBD. Kita juga melakukan penanganan bencana Gunung Ruang, di mana Forkopimda turut ambil bagian melakukan relokasi, yang pada November nanti sudah dapat ditempati. Hal-hal inilah yang selama menjadi gubernur kita bekerja sama sehingga berdamoak bagi kemajuan ekonomi di Sulut,” tukasnya.
Sebelumnya, di awal penyampaian laporan, Olly memberikan apresiasi kepada kontingen PON Sulut yang herhasil meraup 10 medali emas, sehingga Sulut ada di posisi 17 dari 38 provinsi.
“Kita dapat 10 emas, ini tak lepas dari peran Ketua KONI Sulut Steven Kandouw. Saya menyampaikam terima kasih sudah membawa ke petingkat 17 di mana
Seluruh atlet adalah binaan Pemprov Sulut, juga semangat dati ketua kontingen yang adalah Danrem.
Ketua DPRD Fransiscus Andi Silangen, menyampaikan seiring perjalanan waktu, Sulut terus mengalami kemajuan berkat kepemimpinan yang tangguh dan berdedikasi.
“Di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey, dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw, Sulut menunjukkan perkembangan yang signifikan,” ucap Silangen.
Berbagai perkembangan yang meliputi pembangunan infrastruktur yang merata, peningkatan pelayanan kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan, serta promosi pariwisata menjadi prioritas utama.
“Keberhasilan ini tak lepas dari sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, yang saling mendukung dalam mewujudkan visi pembangunan daerah,” jelasnya.(eda)













