Rayakan Natal Bersama Lansia, Olly Ajak Hidup Berdampak bagi Sesama

Suasana Natal lansia. Foto : ist

Manado, Sulutreview.com – Berkumpul bersama para lanjut usia (lansia) meninggalkan kesan mendalam bagi
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw yang menghadiri ibadah pra Natal di jemaat GMIM Eben Haezer Bumi Beringin Manado, Sabtu (23/12/2023).

Pada momentum tersebut, Gubernur Olly mengajak lansia untuk hidup berdampak bagi sesama.

“Jumlah lansia saat ini semakin tambah banyak. Sekarang usia 60-an hingga 70-an tahun masih berasa muda. Karena kehidupan kita yang baik, sehingga umur boleh panjang. Harapannya, usia panjang ini lansia apat menyaksikan dan mendapat kesempatan untuk mengisi kehidupan yang berdampak sangat baik,” tukasnya.

L3bih dari itu, Olly juga menyampaikan, agar di masa lansia tetap mengutamakan kerukunan dan tali persaudaraan. “Ini harus dibangun oleh segenap insan manusiawi, karena lansia bukan berarti menjadi beban, akan tetapi menjadi masa yang menyenangkan,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Olly juga mengajak lansia untuk mewujudkan kasih terhadap sesama manusia.

Selain itu, Ia juga menceritakan pengalaman bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan, saat mendampingi Megawati Soekarnoputri yang dipercaya sebagai dewan juri Zayed Award for Human Fraternity 2024.

Banyak hal yang dibahas dalam dialog sekitar 15 menit bersama pemimpin Gereja Katolik sekaligus kepala negara Vatikan tersebut. Baik tentang kemanusiaan, kondisi politik dunia juga tentang kasih setia umat kepada Tuhan.

Menurut Gubernur, saat ini umat Kristiani sedang dalam penghayatan menyambut Natal juga tahun baru 2024.

Kepada para orang tua lansia, Gubernur mengajak untuk betul-betul memaknai Natal dengan sikap hidup yang benar dalam pertobatan yang sungguh-sungguh.

Dalam menyambut tahun 2024, kaum lansia turut mendukung suksesnya pesta demokrasi dengan memilih pemimpin untuk masa depan Indonesia.

Dalam perenungan makna Natal, Olly Dondokambey menyebut kisah orang majus yang mencari keberadaan bayi mungil Juru Selamat Dunia, Yesus Kristus.

Dimana setelah berjumpa dengan Sang Juru Selamat Yesus Kristus, mereka dinasihatkan untuk kembali ke tempat asal mereka melalui jalan lain agar tidak berjumpa dengan Herodes yang memiliki niatan tidak baik kepada Yesus.

Dalam pengkhayatan tersebut, Gubernur mengatakan sebagai umat Tuhan kita diberikan hikmat dalam memilih pemimpin terbaik untuk masa depan Indonesia. Dimana sering kali kekuasaan membuat pemimpin terlena yang diistilahkan sudah duduk lupa berdiri.

“Momentum ini juga bagaimana kaum lansia mempersiapkan generasi selanjutnya untuk dapat menjadikan Sulawesi Utara semakin baik kedepan,” ujarnya.

Selain itu kata Gubernur, atas Nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, selamat menyambut hari raya Natal tahun 2023 dan menyongsong tahun baru 2024. “Semoga Tuhan selalu memberkati kita sekalian,” pungkasnya.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *