Pesan Natal Pendeta Febiota Tanauma: Desember adalah Bulan Damai

Pendeta Febiota Tanauma S.Th (Istimewa)

Mitra, Sulutreview – Bulan Desember, umat Tuhan mulai merayakannya dengan menggelar ibadah menyambut Natal sebagai ungkapan rasa syukur telah lahirnya Yesus Kristus yang telah menebus kita dari perbudakan dosa.

Desember ini diyakini sebagai Bulan yang penuh dengan Pengharapan, Kasih dan Sukacita. Bulan Damai Sejahtera bagi seluruh bangsa.

Seperti yang diungkapkan Pendeta Febiota Tanauma S.Th, dalam ibadah menyambut Natal Kerukunan Jaga lll Pemerintah Desa Wongkai Satu, Senin (11/12/2023).

“Desember identik dengan damai karena sering dihubungkan dengan kelahiran sang raja damai,” ujarnya.

Adapun, di Bulan Desember, lagu Natal mulai diperdengarkan di rumah-rumah bahkan pada pusat-pusat perbelanjaan.

“Namun, tak jarang masih ada yang tidak merasakan makna damai karena lebih berfokus pada materi dalam merayakan Natal. Hanya karena gengsi kita terjerat oleh penderitaan karena keinginan bukan kebutuhan,” terangnya.

Dalam menyambut Natal ini kata Pendeta Febiota, kita seharusnya dapat mengarahkan iman bahkan pikiran untuk tetap berfokus pada Tuhan

Mengutip kitab Yesaya 9:5, Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

“Kehidupan kita mungkin masih hidup dalam dosa dan tidak menikmati suasana damai. Mari mendekat pada Tuhan sang terang dan Raja Damai untuk mau menyembah Tuhan. Kita diajak untuk melangkah keluar dari bayangan kegelapan dari dosa sehingga terang Kristus yang akan terus menyinari hari kita,” ujarnya.

Selanjutnya, Lilin Natal menjadi lambang perdamaian dan menjadi simbol sebagai orang percaya untuk tetap berjalan dalam terang kasih Tuhan

“Kita mau berfokus pada Tuhan, hidup dalam terang Kristus, bawa hidup untuk Tuhan, maka akan ada damai yang kita dapatkan. Bukan hanya seremoni tapi dalam ibadah ini menjadi bahan perenungan, untuk kita melihat kembali apakah kita benar benar hidup dalam terang Kristus. Kita mau diubahkan oleh Tuhan, dengan melakukan hal yang berkenan di mata Tuhan,” tandasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *