Pengguna QRIS di Sulut Tembus 225.054 Merchant

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Andry Prasmuko. Foto : Hilda

Manado, Sulutreview.com – Program peningkatan penggunaan pembayaran nontunai QR Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), hingga semester II mengalami pertumbuhan yang berhasil menembus di angka 225.054 merchant.

Dijelaskan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Andry Prasmuko,
Penggunaan QRIS di Sulut masih tetap tumbuh pada triwulan II 2023.

Perkembangan digitalisasi tunai turut menopang kelancaran transaksi sistem pembayaran non tunai dan mendorong kinerja perekonomian.

“Jumlah merchant di Sulawesi Utara yang sudah terdaftar di PTEN dan tercatat di National Merchant Repository (NMR) sampai dengan triwulan II 2023 mencapai 225.054 merchant dengan pangsa terbesar berada di Kota Manado,” jelasnya saat menyampaikan materi di event BI Basuara yang dilaksanakan di The Sentra Hotel Manado, pada Jumat (13/10/2023).

Di sisi lain, pertumbuhan transaksi e-Commerce di Sulut cenderung menunjukkan tren penurunan seiring dengan normalisasi aktivitas masyarakat pasca pandemi COVID-19.

“Sehingga masyarakat mulai kembali memanfaatkan metode berbelanja secara langsung bertatap muka antara penjual dan pembeli,” tukasnya.

Posisi pengguna QRIS di Sulut, per April 2023 sebanyak 240.745 pengguna baru. Sedangkan dari sisi transaksi, pada bulan Januari hingga April 2023 terdapat pencapaian volume transaksi hingga 1.247.215 transaksi atau 69,44% dari target volume transaksi QRIS di Sulut.

Diketahui, sejak peluncuran QRIS, hingga tahun 2022 terdapat pertumbuhan user QRIS sebesar 279,1% menjadi 185.416 pengguna QRIS, dengan volume transaksi sebanyak 1.671.858 transaksi sepanjang tahun 2022. Sedangkan pada tahun 2023, hingga bulan April 2023 penambahan pengguna baru QRIS mencapai 55.329 atau 28,98% dari target penambahan pengguna baru QRIS di Sulut.

BI yang bekerja sama dengan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan instansi terkait, untuk mendorong program elektronifikasi atau pembayaran secara non tunai di berbagai sektor yang berada di wilayah Sulut.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *