Manado, Sulutreview.com – Kinerja perekonomian di Sulawesi Utara (Sulut) sejalan dengan intermediasi perbankan yang menguat, yakni pada triwulan III, di mana data Agustus 2023, penyaluran kredit perbankan di Sulut tumbuh sebesar 10,78%
year on year (yoy).
“Menguat cukup signifikan dibandingkan laju pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,77% (yoy),” tutur Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut), pada event BI Basuara yang digelar di The Sentra Hotel Manado, Jumat (13/10/2023).
“Pertumbuhan utamanya ditopang peningkatan kredit investasi,” ujar Prasmuko.
Kualitas kredit, sambung Prasmuko, juga membaik tercermin dari rasio Non Performance Loan (NPL) yang cenderung menurun, yakni sebesar 2,45% dari 2,65% pada triwulan sebelumnya.
DPK masyarakat di Sulut pada triwulan III, sebagaimana data Agustus 2023, tumbuh 5,12% (yoy). Di samping itu, aset perbankan di Sulut pada triwulan III, masih sesuai data Agustus 2023 tumbuh 5,93% (yoy).
Penyaluran kredit UMKM juga tumbuh menguat disertai dengan kualitas yang relatif terjaga. Penyaluran kredit kepada debitur UMKM masih menunjukkan tren pertumbuhan.
Pada triwulan III, yang tercatat pada Agustus 2023 tumbuh sebesar 7,01% (yoy), menguat dibandingkan triwulan II 2023 yang tumbuh 6,04% (yoy).
Penyaluran kredit kepada debitur UMKM di Sulut mencapai 27,98% dari keseluruhan kredit yang disalurkan, menurun dari periode sebelumnya dengan pangsa sebesar 29,42%.
“Ditinjau berdasarkan wilayahnya, konsentrasi penyaluran kredit UMKM terbesar berada di Kota Manado dengan pangsa mencapai 53,99%,” ungkap Prasmuko.(hilda)













