Manado, Sulutreview.com – Bank Indonesia (BI) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Utara (Sulut) terus melakukan sinergi dan koordinasi dalam menjaga inflasi.
Terbukti, di tengah menguatnya kinerja perekonomian, inflasi di kedua kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulut tetap terkendali.
Untuk menjaga harga yang stabil, Bank Indonesia dan TPID Sulut terus melakukan sinergi dan koordinasi dalam pengendalian inflasi, baik gelaran pangan murah, rapat koordinasi TPID tingkat kabupaten/kota maupun provinsi, serta penyelenggaraan capacity building TPID.
Inflasi tahunan Kota Manado dan Kota Kotamobagu berada di rentang sasaran inflasi nasional sebesar 3±1%.
Kota Manado mengalami inflasi bulanan sebesar 0,14% (mtm) atau 1,16% (yoy), sementara Kota Kotamobagu tercatat deflasi sebesar 0,39% (mtm) atau 2,77% (yoy). “Inflasi Kota Manado pada September 2023 didorong oleh inflasi Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau terutama kenaikan harga beras,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Andry Prasmuko di giat BI Basuara yang digelar di The Sentra Manado, pada Jumat (13/10/2023).
Menariknya, meski curah hujan sebagai dampak dari El Nino, telah menurunkan panen padi baik dari dalam daerah Sulut (Dumoga, Langowan) maupun pemasok di luar provinsi Sulut (Sulawesi Tengah), namun inflasi masih terjaga.
Di Kota Kotamobagu, deflasi didorong oleh deflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau terutama penurunan harga bawang merah.
“Penurunan harga bawang merah disebabkan oleh melimpahnya pasokan bawang merah terutama yang berasal dari luar provinsi, yakni Surabaya, NTB, Makassar, Gorontalo,” ungkap Prasmuko.
Ke depan peningkatan harga di kelompok makanan, minuman dan transportasi berisiko diperkirakan akan mendorong inflasi di kedua kota IHK di Sulut.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau diperkirakan berisiko mendorong kenaikan inflasi seiring dengan telah selesainya masa panen dan keterbatasan pasokan pada komoditas daging babi,” jelasnya.
Di samping itu, penyesuaian harga BBM non subsidi juga berisiko mendorong kenaikan inflasi kelompok transportasi. Di sisi lain, normalisasi harga komoditas perikanan dan harga beras diperkirakan menahan kenaikan inflasi.(hilda)













