Harga Beras Meroket, Kota Manado Catat Inflasi Sebesar 0,14 Persen

Komoditas beras picu inflasi. Foto : ist

Manado, Sulutreview.com – Kenaikan harga beras pada September 2023 menjadi pemicu Kota Manado mengalami inflasi sebesar 0,14 persen, inflasi tahun kalender sebesar 0,94 persen dan inflasi year on year (yoy) sebesar 1,16 persen.

Komoditas beras dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi yoy pada September 2023, sebesar 0,7871 persen, nasi dengan lauk sebesar 0,1293 persen, ikan cakalang/ikan sisik sebesar 0,0859 persen, ikan selar/ikan tude sebesar 0,0708 persen, mobil sebesar 0,0625 persen.

Selanjutnya, komoditas yang memberikan andil atau sumbangan deflasi yoy, antara lain, cabai rawit sebesar 0,4137 persen, angkutan udara sebesar 0,1866 persen, bawang merah sebear 0,1337 persen, ikan malalugis atau ikan sorihi sebesar 0,1233 persen, daging babi sebesar 0,0917 persen.

Menurut penjelasan Kepala Badan Pusat Statistik, Asim Saputra, jika dilihat dari inflasi month to month (mtm) Kota Manado menempati urutan ke-7 inflasi di Pulau Sulawesi dan urutan ke-57 secara nasional.

“Secara year on year, Kota Manado menempati urutan ke-12 di Pulau Sulawesi dan urutan ke-89 secara nasional,” katanya dalam siaran pers, Senin (2/10/2023).

Dari sebelas kelompok pengeluaran di Kota Manado, secara year on year (yoy) semua kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks, yaitu kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,93 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,49 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,33 persen, kelompok Rekreasi, Olahraga dan Budaya sebesar 1,84 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,52 persen.

Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,71 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,25 persen, kelompok transportasi sebesar 0,22 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,20 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen dan kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen.

“Penyumbang inflasi terbesar secara year on year (yoy) pada bulan September yaitu beras sebesar 0,7871 persen dan komoditi penyumbang deflasi terbesar yaitu cabe rawit sebesar 0,4137 persen,” tuturnya.

Penyumbang inflasi terbesar secara month to month (mtm) pada bulan September 2023 yaitu ikan deho sebesar 0,0971 persen, sedangkan penyumbang deflasi terbesar adalah tomat sebesar 0,0955 persen.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *